Lapak pedagang takjil di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat diserbu warga pada hari pertama Ramadan 1447 H/2026 M, Kamis (19/2) sore.
Dari pantauan di lokasi, para pedagang takjil berjejer di pinggir jalan tersebut. Jajanan takjil yang dijual juga beragam mulai dari kue, minuman, gorengan, makanan khas buka puasa seperti kolak, es buah, kelapa muda dan lainnya hingga aneka lauk pauk.
Para pemburu takjil datang silih berganti terlihat sejak pukul 15.30. Kondisi tersebut membuat parkiran di depan ruko kawasan tersebut padat oleh kendaraan pembeli. Sementara arus lalu lintas Jalan Panjang terpantau padat. Untuk mengurai kemacetan, sejumlah petugas kepolisian, Transjakarta dan lainnya nampak siaga di lokasi.
Menurut Ita (45), seorang pedagang takjil, dirinya mengaku buka sejak pukul 16.00 sudah kebanjiran pembeli dan pelanggan.
"Sebagian emang pelanggan tetap saya sih, tapi emang hari pertama ini banyak banget. Bisa lihat sendiri, banyak banget tadi, enggak bisa hitung," ujarnya di lokasi.
Ia mengaku, meski saat ini harga bahan pokok seperti cabai, minyak goreng, telur dan lainnya berangsur naik, Ita enggan menaikan harga dagangannya.
"Kalau saya harga tetap sih, (lumpia) masih Rp5 ribu per tiga biji," sebutnya.
Sementara itu, seorang pembeli takjil, Reno, mengaku sempat kesulitan untuk menuju lokasi lapak pedagang. Diungkapkan, arus lalu lintas di Jalan Panjang lebih macet dari hari biasa, terlebih waktunya berburu takjil bertepatan dengan jam pulang kerja.
"Saya kalau bulan Ramadan sering ke sini cari buat buka. Banyak pilihannya, mau apa aja ada, harganya juga relatif sama dengan tempat lainnya. Tapi emang mesti sabar kalo menuju ke sini, macetnya parah,” ungkapnya. (Aji)





