Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat menggelar apel monitoring Malam Takbir menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M di Halaman Kantor Wali Kota Jakbar, Jumat (20/3).
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan untuk apel monitoring diikuti sebanyak 760 personel gabungan dari Pemkot Jakbar, TNI, Polri, potensi unsur masyarakat, kepemudaan dan Pramuka.
"Kami akan bagi pada 290 titik rawan, kalau malam takbir itu yang rawan kemacetan lalu lintas antara lain di kawasan puri Kembangan, Central Park, wisata Kota Tua Taman Sari," katanya saat dikonfirmasi usai apel gabungan.
Pihaknya juga mengimbau warga yang merayakan malam takbir menyambut Hari Raya Idulfitri untuk merayakan di sekitar lingkungannya.
"Masyarakat diimbau untuk merayakan malam takbir di Musala dan keliling tidak keluar dari wilayah RW, ini untuk mengantisipasi gesekan antar kelompok, mereka juga membawa alat musik saja dan tidak membawa alat yang membahayakan," ujarnya.
Senada dengan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengungkapkan pengamanan malam takbir dan pelaksanaan Salat Ied bertujuan untuk mengantisipasi kemanan dan kenyamanan warga.
"Kami minta warga tidak ada yang bermain petasan sembarangan, karena ini berbahaya, ada faktor lain salah satunya korsleting listrik jadi jangan bermain petasan," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak naik dan turun dari terminal bayangan. Ia meminta warga untuk turun dan naik di terminal.
Ia menambahkan, Polres Metro setempat dan Pemkot Jakbar masih membuka kantor untuk penitipan kendaraan para pemudik.
"Terkait penitipan kendaraan sesuai dengan ketentuan, kami masih menyiapkan tempat di kantor kecamatan, kelurahan, dan wali kota. Kita terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan," terangnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0503/Jakarta Barat, Sigit Dharma Wiryawan menambahkan, pihaknya ikut membantu malam takbir dan pelaksanaan Salat Ied di wilayah Kota Jakarta Barat.
"Bahwa masyarakat yang berlebaran rumah yang ditinggalkan, stopkontaknya dicabut, apalagi suasana juga ekstrim panas dan untuk menjaga bersama-sama," pungkasnya. (Izu)





