Aparatur Kelurahan Tangki Kecamatan Taman Sari mengajak masyarakat untuk bercocok tanam dengan pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan rumah masing-masing.
Lurah Tangki, Iqbal Siregar mengatakan dengan melakukan bercocok tanama dalam rangka ketahanan pangan mandiri di wilayahnya.
"Kami imbau kepada warga yang masih memiliki pekarangan atau ruang, mari kita galakkan bercocok tanam untuk ketahanan pangan mandiri," ujarnya usai kegiatan panen sayur serentak di rooftop kantor Kelurahan Tangki, Senin (30/3).
Menurut Iqbal, ada sejumlah RW telah menggalakkan kegiatan bercocok tanam pada lahan terbatas, seperti bercocok tanam dengan di bantaran kali RW 07, serta pemanfaatan lahan kosong pada ruas jalan di RW 03 serta lahan kosong di permukiman RW 01. Untuk RW lainnya, lanjut Iqbal, pihaknya berencana membuat konsep urban farming untuk pengembangan tanaman labu madu.
"Konsep urban farming di RW 03 dengan metode hidroponik dan potnisasi, dengan tanaman pokcoy dan kangkung. Sedangkan urban farming di RW 01 menanam pokcoy, kangkung dan sebagainya," tutur Iqbal.
Dijelaskan Iqbal, panen raya Kelurahan Tangki berlangsung di area rooftop kantor Kelurahan Tangki. Hasil panen meliputi, 8 kg labu air, 4 kg pare, 4 kg pokcoy, 5 kg terong ungu, dan 7 kg kangkung.
"Sebagian hasil panen dibagikan kepada sejumlah balita dibawah garis merah (BGM) dan lansia. Sebagian hasil panen lainnya dijual kepada warga. Hasil penjualan dibelikan nutrisi dan bibit tanaman," jelasnya. (why)






