Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat sebanyak 1.538 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Jakarta Barat selama periode Januari hingga 30 Juli 2026. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kasus DBD yang tercatat hingga akhir Juli 2026."Jumlah kasus DBD di Jakarta Barat, berdasarkan data per 30 Juli 2026, sebanyak 1.538 kasus," ujar Sahruna saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).Ia menjelaskan, seluruh puskesmas di Jakarta Barat terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap angka insiden maupun kecepatan penularan DBD di masing-masing wilayah.Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan intervensi cepat melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada setiap kasus yang ditemukan, sekaligus memperkuat pelaksanaan Gerakan PSN 3M Plus sebagai langkah pencegahan."Puskesmas gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik DBD di lingkungan permukiman yang dibarengi dengan peningkatan promosi kesehatan tentang bahaya DBD secara luas," jelasnya.Sahruna menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, deteksi dini keberadaan jentik nyamuk menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut."Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan peran serta aktif masyarakat secara mandiri sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumah masing-masing," ungkap Sahruna. (Aji)





