Sebanyak 100 petugas gabungan Kecamatan Tambora melaksanakan kegiatan Tampan (Tambora, Tertib, Terpadu, Aman dan Nyaman) di wilayah RW 02 Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/6).
Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dipimpin Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu. Apel dihadiri para lurah serta ratusan petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Satpel Perhubungan, Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Kesehatan, Sosial, Gulkarmat, PPSU, Bhabinkamtibmas, Babinsa, FKDM, LMK, PKK, kader Dasa Wisma, Jumantik dan pengurus RT dan RW 02 Kelurahan Tambora.
Usai apel, Camat Tambora, Pangestu Aji, didampingi Lurah Tambora, Muhammad Sidik, berkeliling melakukan kegiatan Tampan yang mencakup lima pilar yakni Tertib Trotoar dan PPKS, Tertib Listrik/Operasi Penertiban Arus Listrik, Tertib Saluran, Jalan dan Penerangan, Tertib Sampah dan usaha, dan Tertib Kamtibmas dan Kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Pangestu Aji masih melihat sejumlah warga membuang sampah yang belum dipilah. Ia pun langsung menegur dan memberikan edukasi gerakan pemilahan sampah pada sumbernya.
"Ibu sudah tahu belum kalau buang sampah harus dipilah. Ke depannya, kalau tidak dipilah (sampah) tak diambil petugas," ujar Pangestu Aji.
Dijelaskan Aji, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah mengeluarkan kebijakan berupa instruksi gubernur nomor 5 tahun 2026, tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Beleid (kebijaksamaan, red) itu berisi imbauan kepada masyarakat untuk memilah sampah secara langsung dari sumbernya.
"Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pemberian contoh langsung di lapangan tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Selain masalah sampah, Camat Tambora Pangestu Aji juga melihat sejumlah saluran air yang mampet. Ia pun meminta lurah Tambora menginstruksikan petugas PPSU untuk membersihkan saluran air tersebut.
Sejurus kemudian, Pangestu Aji memberikan edukasi pada para pelaku usaha untuk memiliki dokumen perizinan usaha serta mematuhi standar keamanan operasional. Hal itu mencakup ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penggunaan instalasi kabel listrik yang standar, serta pengawasan beban penggunaan listrik agar sesuai kapasitas guna meminimalisir risiko kebakaran.
Sementara itu, sejumlah petugas berpakaian putih melakukan mitigasi dan pendataan warga yang belum tersentuh layanan kesehatan, terutama layanan cek kesehatan gratis (CKG), serta memberikan bantuan pengobatan langsung di lokasi jika diperlukan.
Dalam kesempatan itu, Pangestu Aji menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama masyarakat untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.
"Ke depan, langkah-langka edukasi akan terus diperkuat dan sanksi tegas akan diterapkan bagi pelanggar aturan daerah sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penegakan ketertiban di wilayah Jakbar, khususnya wilayah Tambora," pungkasnya.
Di sisi lain, Lurah Tambora, Muhammad Sidiq menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan membawa perubahan bagi warga RW 02 untuk menjaga kondisi lingkungan yang aman, nyaman dan tertib.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mengubah masyarakat untuk selalu tertib, dengan memilah sampah dari sumbernya, merawat lingkungan, dan menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan nyaman," jelasnya. (why)






