Pasukan oranye Kelurahan Rawa Buaya dikerahkan untuk menangani sampah dan lumpur saluran air pada sejumlah titik genangan di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (29/1).
Lurah Rawa Buaya, Junaidi mengatakan bahwa hujan deras dengan durasi waktu yang cukup lama menyebabkan genangan pada sejumlah titik ruas jalan di Rawa Buaya. Selain itu, genangan juga diakibatkan meluapnya saluran Phb Pechotong dan Kali Mookevart.
Sejumlah titk ruas jalan yang tergenang adalah Jalan Bojong Raya RT 05 RW 04, ketinggian air 10-40 centimeter, Jalan Dharma Wanita 1 RT 01,02, dan 11 RW 01 dengan ketinggian air 10- 20 cm, Jalan Guru Mamun RT 05 RW 01, ketinggian air 5- 30 cm, Jalan Dharma Wanita V RT 08, 09 RW 01, ketinggian air 5- 15 cm, Jalan Pulo Nangka RT 10 RW 02 ketinggian air, 5-15 cm, Jalan Nusa Indah RT 05 RW 012, ketinggian air 10- 20 cm.
Kemudian, Jalan Bojong Kavling RT 12 RW 04, ketinggian air 10-25 cm, Jalan Bojong Kavling RT 016 RW 04, ketinggian air 15–50 cm, Jalan Dharma Wanita V RT 04 RW 01, ketinggian air 20-30 cm, Jalan Bojong Raya Kopaja RT 01 RW 04, ketinggian air 10-20 cm, Jalan Bambu Aur RT 05 RW 05, ketinggian air 10-20 cm, Jalan Pandu Raya RT 010 RW 09, ketinggian air 5-10 cm dan Jalan Mali Kalong RT 005 RW 04, ketinggian air 5-10 cm.
Untuk menangangi genangan, lanjut Junaidi, pihaknya mengerahkan Pasukan oranye atau PPSU ke sejumlah titik genangan tersebut. Setiap titik ruas jalan ditangani sekitar 2-3 petugas PPSU.
"Tugas mereka membersihkan sampah yang menyumbat saluran air dan sedimen lumpur. Ada juga PPSU yang mobile mencari membersihkan saluran-saluran air yang tersumbat," ujar Junaidi.
Selain petugas PPSU, pihaknya berkordinasi dengan Sudis SDA Jakarta Barat terkait operasional pompa stationer dan mobile.
"Pompa air yang di Kali Mookevart dan Waduk Bojong juga beroperasi, untuk melakukan penyedotan genangan," tambahnya. (why)





