Sebanyak 64 ketua RW dari enam kelurahan se-Kecamatan Palmerah mengikuti sosialisasi perpajakan daerah dan unduh E-SPPT PBB-P2 tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (12/5).
Kepala UPPPD Kecamatan Palmerah, Romy Fahrizal mengatakan, kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman terkait pajak daerah serta tehnis pengunduhan E-SPPT PBB-P2 tahun 2026. Kegiatan bertujuan meningkatkan perolehan PBB P2 dan pajak daerah lainnya.
"Kami tahun ini mendapat kenaikan target hampir 15 persen. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang luarbiasa dengan pihak kecamatan serta kelurahan," katanya.
Menurut Romy, pada tahun lalu Kecamatan Palmerah merupakan urutan pertama pengumpulan PBB P2 se-DKI Jakarta. Namun dari keseluruhan delapan jenis pajak, Kecamatan Palmerah merupakan urutan keenam.
Dilanjutkan Romy, pada tahun ini Ia menargetkan capaian bisa sama dengan tahun sebelumnya. Bahkan ditargetkan, pendapatan pajak dari wilayah Kecamatan Palmerah pada tahun 2026 ini bisa melampaui tahun lalu sehingga menempati urutan kelima se-DKI Jakarta.
Diakui Romy, capaian itu bukan hal tidak mungkin lantaran hingga saat ini saja realisasinya sudah sekitar 30 persen dari target sekitar Rp 96 miliar. Karena itu, Ia terus berupaya memperkuat koordinasi dengan jajaran kelurahan, kecamatan dan Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Barata dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kecamatan Palmerah.
"Kami juga berkreasi melalui cara-cara persuasif agar masyarakat dapat membayar pajak secara sukarela, bukan lagi karena terpaksa. Karena itu Kami menggelar edukasi," tambahnya.
Di tempat yang sama, Camat Palmerah, Febriandi Suharto berharap kegiatan sosialisasi ini meningkatkan pemahaman digital masyarakat untuk membayar pajak sesuai aturan berlaku.
Kemudian, Ia mencoba mengoptimalkan peran perangkat wilayah seperti RT, RW, dan Dasawisma untuk membantu warga melakukan registrasi dan mengunduh SPPT digitalnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyediakan layanan jemput bola di titik-titik keramaian atau melalui kegiatan di kelurahan untuk memberikan asistensi langsung. Dengan begitu, Ia berharap warga yang kesulitan teknologi bisa langsung dibantu oleh petugas di lapangan.
"Dengan sistem digital, transparansi lebih terjaga dan masyarakat lebih mudah memantau. Kami ingin pelayanan pajak di Palmerah semakin efisien dan memberikan kenyamanan maksimal bagi warga," tandasnya. (Izu)





