Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus menggencarkan upaya penanganan tuberkulosis (TBC) kepada warga masyarakat.
"Berdasarkan data monitoring program pelayanan kesehatan TBC periode 1 Januari sampai dengan 20 Juli 2026, tercatat 42.826 pasien terduga TBC telah mendapatkan pelayanan sesuai standar," sebut Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat, Sahruna saat dihubungi, Jumat (24/7).Selain itu, sambungnya, pada periode lima bulan pertama di tahun 2026 cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di wilayah Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 6.056 pasien.Menurutnya, realisasi ini menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi total sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun ini."Temuan kasus diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan upaya deteksi dini di lapangan," ujar Sahruna.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030."Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," katanya.
Sahruna menyebut pihaknya menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif."Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan. Lalu secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," sebutnya.
Untuk memastikan hasil, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis.Sahruna menegaskan bahwa seluruh pasien yang masuk dalam cakupan pengobatan (4.438 pasien) dipastikan mendapat perawatan sesuai standar mutu yang berlaku."Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC," jelas dia.
Ia menambahkan, sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas, kontak erat yang dinyatakan sehat juga diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).Selain itu, pihaknya terus menggencarkan promosi kesehatan melalui penyuluhan PHBS, edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi terkait akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala tuberkulosis. (Aji)





