Sebanyak 40 peserta mengikuti kurasi produk perajin Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jakarta Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (27/7).
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Kepala Bagian Perekonomian, Budiono, mengatakan kurasi bukan sekadar proses untuk menentukan produk yang terpilih dan belum terpilih. Lebih dari itu, kurasi merupakan bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas produk dan mempersiapkan para perajin agar semakin siap memasuki pasar yang lebih luas.
"Untuk dapat bersaing di pasar modern termasuk pusat perbelanjaan, sebuah produk tidak cukup hanya memiliki keunikan dan nilai budaya. Suatu produk juga perlu memilik kualitas yang baik, desain yang menarik, identitas yang kuat, kemasan yang sesuai, serta konsistensi dalam produksinya," ujar Budiono.
"Oleh karena itu, saya berharap para pengrajin dapat mengikuti proses kurasi ini dengan terbuka. Setiap masukan yang diberikan hendaknya menjadi bekal untuk memperbaiki dan mengembangkan produk agar semakin berkualitas dan berdaya saing," sambungnya.
Meski begitu, Budiono menambahkan, peningkatan kualitas tidak berarti harus meninggalkan identitas budaya. Justru kekayaan budaya, keunikan motif, keterampilan dan cerita yang melekat pada setiap karya merupakan kekekuata yang membedakan produk lokal dari produk massa.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata untuk mendorong para perajin agar semakin berkualitas, semakin percaya diri, dan semakin siap membawa karya lokal ke pasar yang lebih luas," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli, mengatakan bahwa kegiatan kurasi produk Dekranasda diikuti 40 perajin produk dari jenis fesyen, handycraf dan aksesori. Tujuannya, untuk memotivasi dari perajin meningkatkan kualitas produk.
"Kurasi adalah ruang belajar, ruang untuk menerima masukan dan memperbaiki kualitas, dan mempersiapkan produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis," ujarnya.
Dilanjutkan Ety, saat ini suatu produk yang diminati pasar bukan hanya sekadar yang indah dipandang, tapi juga memiliki kualitas yang konsisten, kemasan yang menarik, identitas yang kuat, legalitas yang lengkap, serta mampu mencerminkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inilah yang harus kita bangun bersama.
"Dari sekian yang saya sebutkan tadi, Alhamdulillah, para perajin Dekranasda hampir seluruhnya sudah memenuhi, tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan," jelasnya.
Ety menilai, dari produk yang mengikuti kurasi masih ada kekurangan dari sisi cerita produk. Suatu cerita dari produk yang dipasarkan.
"Jadi saya berharap ke depannya cerita terkait dengan produk yang dihasilkan itu apa, kebiasaan yang dilakukan oleh perajin, sehingga ketika misalnya ada di dalam suatu pemasaran, tanpa kita ada di dalamnya, tanpa harus menunggu, konsumen yang melihat produk kita tahu bahwa produk ini mengandung makna atau adari bahan apa, itu sudah tersampaikan di informasi dalam cerita produk tersebut," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses kurasi dengan hati yang terbuka. Jadikan setiap saran dari para kurator sebagai bekal untuk berkembang.
"Jangan pernah berhenti berinovasi namun tetap menjaga jati diri budaya lokal yang menjadi ciri khas karya kita sendiri," tambahnya.
Untuk diketahui, sebanyak 40 perajin mengikuti kurasi produk Dekranasda Kota Jakarta Barat Tahun 2026. Mereka dikurasi oleh tim Dekranasda DKI Jakarta. Kurasi dilakukan untuk menyeleksi suatu produk dan menempatkan sesuai tingkatan (grade) A, B dan C, sekaligus melakukan branding terhadap produk tersebut. (why)





