Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar apel siaga banjir yang diikuti sekitar 300 personel gabungan pasukan pelangi dan TNI-Polri, di halaman kantor wali kota, Selasa (13/1).
Dipimpin Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, apel juga diikuti para pimpinan OPD, camat dan lurah se Jakarta Barat. Hadir Wakil Wali Kota Yuli Hartono, Sekko Firmanudin Ibrahim, para asisten dan unsur Forum Komunkasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat.
Pada arahannya Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan apel ini bertujuan untuk mitigasi resiko banjir dan potensi bencana di wilayah.
“Apel kesiapsiagaan ini kita adakan bukan sekadar seremonial, tetapi kita melihat dari data yang telah kita evaluasi dan kita himpun,” jelasnya.
Ia pun mengungkapkan petugas bergerak cepat menangani banjir atau genangan yang terjadi pada Senin (12/1) di beberapa titik, seperti wilayah Kelurahan Rawa Buaya, Tegal Alur, Kamal, Duri Kepa dan lainnya.
“Beberapa lokasi sudah kami kunjungi langsung bersama UKPD terkait dan juga unsur Forkopimko, ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan personel yang ada di lapangan semua sudah bergerak cepat,” ujar Iin.
Ia menyebut salah satu titik yang dikunjungi langsung, yakni di lingkungan RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
“Kita melihat di situ sudah dilaksanakan tindak lanjut dari Sudis SDA Jakbar bersama perangkat wilayah dan sektoral terkait memastikan pompa sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Iin menegaskan, pihaknya mengerahkan personel dan sarana prasarana pendukung juga harus siap pada saat bencana.
“Dan pagi ini kami akan pastikan kembali bahwa semua sarana, kemudian SDM, personel, baik yang ada di lingkup posko maupun di lingkup lapangan, dari pra kejadian dan pasca bencana atau banjir ini berjalan sesuai dengan regulasi atau ketentuan,” tandasnya.
Selain itu, sambungnya, dalam penanggulangannya melibatkan perangkat pemerintah, stakeholders dan masyarakat bergotong-royong.
“Untuk sama-sama menjaga agar warga masyarakat khususnya kelompok rentan kita amankan, kita lakukan penyelamatan terlebih dahulu, dan kalau dari sisi itu semua sudah tertangani dengan baik,” tutur Iin.
Ia menambahkan, untuk meminimalisir genangan pihaknya akan terus fokus pada pengerukan saluran air dan kali di Jakarta Barat.
“Kita berharap permasalahan apapun yang ada di wilayah kita bisa diselesaikan dengan sinergi dan kolaboratif. Permasalahan banjir atau genangan yang ada di wilayah Jakarta Barat tentu menjadi persoalan yang multidimensi, sehingga harus dilakukan secara multisektor,” pungkasnya. (Aji)






