Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat menggelar kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa program Sekolah Kembali di SDN Mangga Besar 15, Jalan Blustru, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (28/7).
MPLS program Sekolah Kembali diikuti sebanyak 180 peserta didik paket A, B dan C dari dua wilayah kecamatan yakni Tambora dan Taman Sari. Mereka mengikuti MPLS selama dua hari, mulai Selasa (28/7) dan Kamis (30/7).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, program sekolah kembali ini merupakan tindaklanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bahwa untuk memutus garis ketidakberuntungan itu salah satunya melalui pendidikan.
Karena itu, program "Sekolah Kembali" yang diinisiasi Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah 1, bertujuan untuk memastikan tidak ada anak Jakarta yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
"Sesuai namanya, program ini bertujuan untuk mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal," ujarnya.
Dijelaskan Nahdiana, kegiatan MPLS bagi siswa program Sekolah Kembali ini prinsipnya sama dengan sekolah reguler. Hanya saja, MPLS diisi dengan memberikan inspirasi dan motivasi agar mereka tetap bertahan dalam menyelesaikan pendidikan serta memberikan pengetahuan tentang lingkungan sekolah.
Terkait kurikulum pembelajaran, Nahdiana mengutarakan, tidak ada perbedaan prinsip dengan sekolah reguler. Hanya secara substansi kurikulum pada jalur non formal memiliki kemasan lebih banyak agar dapat membekali mereka dengan peningkatan kompetensi.
Dalam program ini, lanjut Nahdiana, tetap ada belajar bersama di ruang kelas dengan tiga metode pembelajaran yakni belajar di kelas, melalui modul, dan penugasan keterampilan dan vokasi.
Ia menambahkan, peserta didik yang mengikuti program Sekolah Kembali tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Bahkan, siswa yang masuk kategori usia tertentu juga bisa mendapatkan KJP yang sama dengan peserta didik pada sekolah jalur formal.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani menambahkan, program Sekolah Kembali meliputi Paket A, B dan C. Paket A setara dengan Sekolah Dasar, Paket B setara Sekolah Menengah Pertama, dan Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas.
"Program Sekolah Kembali diikuti sebanyak 180 siswa, yang meliputi, 26 siswa dari Kecamatan Taman Sari, 59 siswa dari Kecamatan Tambora, 57 siswa dari Kecamatan Cengkareng dan 38 siswa dari Kecamatan Kalideres," ujarnya.
Kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) masing-masing. Namun karena wilayah Kecamatan Taman Sari dan Tambora tidak memiliki SKB, kegiatan belajar mengajar di dua kecamatan itu dilaksanakan di SDN Mangga Besar 15 serta SDN Angke 03. (why)






