Sebanyak 107 warga yang terdiri atas 47 balita dan 60 lanjut usia (lansia) mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Posyandu di sejumlah lokasi di Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (12/8).
Ketiga lokasi tersebut, yakni Posyandu Bromelia RT 007/RW 001, Jalan Hadiah Utama, Posyandu Kencana RT 009/RW 006 di kawasan Pasar Kincir, serta Posyandu Lansia Kemuning di Jalan Jelambar Madya RT 012/RW 009.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Jelambar, Nurul Indri Hapsari, mengatakan pelayanan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usia.
"Di Posyandu Bromelia, sebanyak 27 lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran lingkar badan, penimbangan berat badan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, serta tekanan darah," katanya sesuai keteramgan yang diterima.
Selanjutnya, dijelaskan Nurul, pelayanan dilanjutkan di Posyandu Kencana yang melayani 47 balita. Pemeriksaan meliputi pengukuran lingkar kepala, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan.
"Balita juga mendapatkan vaksin polio, vitamin A, serta obat cacing," jelasnya.
Sementara itu, kunjungan terakhir dilakukan di Posyandu Lansia Kemuning. Sebanyak 33 lansia mendapatkan pemeriksaan berupa pengukuran lingkar badan, penimbangan berat badan, pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, serta tekanan darah.
Nurul mengatakan keberadaan Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga.
"Posyandu balita bermanfaat memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, kebersihan, kesehatan, ASI, MPASI, dan stimulasi perkembangan anak. Sementara manfaat Posyandu lansia adalah mempermudah akses lansia terhadap pelayanan kesehatan dasar di lingkungan tempat tinggal," ujar Nurul.
Menurutnya, pelayanan Posyandu juga menjadi sarana bagi kader untuk melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga secara berkala. Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan pemantauan dan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
"Kami berharap peran kader, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan semakin kuat, untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap kesehatan," pungkasnya. (Kontri)





