Relokasi warga terdampak pengembalian fungsi lahan makam di Kelurahan Pegadungan dan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat ke rumah susun (rusun) disambut positif.
Lela (57), salah satu warga Kamal yang terdampak mengaku bersyukur direlokasi ke rusun. Ia bersama tiga anak dan tiga cucunya menempati Rusun Tegal Alur bersama puluhan warga lainnya yang terdampak. Sebelum diantar dengan bus ke Rusun Tegal Alur berikut barang-barang atau perlengkapan rumahnya dengan truk dari Pemkot Jakbar, Lela juga menjalani cek kesehatan di lokasi pemberangkatan.
“Memang ini mau dipakai pemerintah, ya kita nurutin aja apa kata pemerintah. Yang penting diperhatiin, dibantu sama pemerintah. Alhamdulillah sih, bersyukur, yang penting ditempatin yang enak, ya itu juga udah bersyukur banget,” ucap Lela saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).
Selain diantar ke Rusun Tegal Alur dan mendapat paket sembako, ia juga bersyukur karena selama enam bulan ke depan gratis retribusi rusun.
“Alhamdulillah katanya sih gratis enam bulan. Alhamdulillah, bersyukur aja diperhatiin sama pemerintah, kita tinggal nurutin mah,” tutur Lela.
Warga lainnya, Dery (35) menyampaikan hal senada. Ia bersama istri dan dua anaknya menempati Rusun Pesakih atau Daan Mogot. Menurutnya, program relokasi ini membantu ia dan keluarga mendapatkan tempat tinggal layak. Dery mengungkapkan, sebelum relokasi ia telah mengikuti tiga kali sosialisasi.
“Ya cukup membantu sih bagi masyarakat yang kayak kita kan, yang kurang lah gitu ya. Untuk sewa-nya juga kan, maksudnya kita masih ada space buat berpikir, buat istilahnya nabung lah. Jadi nggak terlalu engap banget gitu, kayak biayanya gitu. Harapan ke depannya sih pengennya punya tempat sendiri lah gitu,” ujar Dery.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 08 Kamal, Nahrudin (54) menyebut warganya yang relokasi sebanyak 4 KK atau sekitar 9 jiwa.
“Alhamdulillah warga saya yang terdampak dibantu dari pemerintah, dari Provinsi DKI. Alhamdulillah udah dikasih rumah susun, warga kami menerima dengan tulus. Alhamdulillah bersyukur, ada tempat-tempat mengademnya, dari pada di empang, keanginan, kehujanan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono menjelaskan pengembalian fungsi lahan makam ini merupakan upaya pemerintah dalam menata ruang wilayah agar kembali sesuai peruntukannya, tertib, rapi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“TPU bukan hanya tempat pemakaman, tetapi juga ruang publik yang harus dijaga kelestariannya, ketertiban dan kehormatannya,” ujarnya.
Untuk diketahui, warga terdampak program tersebut dan yang direlokasi sebanyak 21 KK. Rinciannya, 11 KK dari wilayah Kelurahan Pegadungan, dan 10 KK dari Kelurahan Kamal. Mereka direlokasi ke Rusun Tegal Alur, Pesakih/Daan Mogot, Rawa Buaya, PIK Pulogadung, Rawa Sari dan Rawa Bebek. Selama enam bulan ke depan warga gratis biaya/retribusi rusun. (Aji)






