Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menggelar sosialisasi tata cara pemotongan dan penanganan daging hewan kurban yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota, Rabu (13/5).
Mewakili Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Kepala Bagian Kesra Setko Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar mengatakan bahwa sebagian besar pelaku pemotongan hewan kurban belum memahami pentingnya kesehatan hewan dan daging. Karena, daging merupakan produk pangan yang mudah rusak sehingga perlu penanganan agar dihasilkan daging dengan kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
"Adapun faktor yang mempengaruhi kualitas daging, antara lain penyakit hewan, sarana prasarana pemotongan, tata cara penanganan daging, kebersihan lingkungan serta kesehatan petugas," ujarnya.
Lebih idealnya, lanjutnya, setiap hewan kurban telah dilakukan pemeriksaaan kesehatan oleh Suku Dinas KPKP Jakarta Barat.
Ia berharap, sosialiasi ini bisa menambah pengetahuan dan keterampilan kepada pengurus DKM dalam penanganan hewan dan daging kurban.
"Sehingga peserta dapat melakukan pemeriksaan sendiri kesehatan hewan dan daging kurbannya apabila tidak terjangkau oleh petugas, serta tetap memperhatikan protokol kesejatan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudis KPKP Jakarta Barat, Tanti menjelaskan, sosialisasi diikuti sebanyak 50 pengurus DKM se-Jakarta Barat. Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan khususnya dalam penanganan pemotongan hewan kurban.
Sosialisasi Tata Cara Pemotongan dan Penanganan Daging Hewan Kurban diisi dengan penyampaian materi oleh sejumlah narasumber, yakni drh Supratikno dan Haiban Yusuf, dari Institut Pertanian Bogor (IPB), perwakilan Juleha (Juru Sembelih Halal) dan perwakilan MUI Jakarta Barat.
"Setelah mengikuti sosialisasi, para peserta masing-masing mendapatkan bantuan sebilah pisau dan terpal ukuran 3x5 meter," tandasnya. (why)





