Warga di lingkungan RW 09 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, kompak melakukan pengelolaan sampah dengan memilah tiga jenis sampah, yakni organik, anorganik dan limbah rumah tangga (residu).
Aktivitas warga dalam mengelola sampah terangkum pada kegiatan pengelolaan sampah yang digelar aparatur Kelurahan Keagungan berkolaborasi dengan Universitas Indonesia dan PT Pegadaian.
Lurah Pegadungan, Sahat Marulitua Simorangkit mengatakan, kegiatan pengelolaan sampah di wilayah RW 09 dipelopori oleh pengurus RW dan kader PKK. Warga diminta untuk melakukan pemilahan sampah rumah tangga.
"Saat ini seluruh sudah terlibat melakukan pengelolaan dengan memilah sampah dari rumah. Untuk pengembangannya, kami berkolaborasi dengan Pegadaian dan Universitas Indonesia," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (16/4).
Dalam pengelolaan sampah tersebut, lanjut Sahat, warga diminta memilah sampah jenis organik, anorganik dan limbah rumah tangga. Untuk sampah organik, warga mengolahnya untuk dijadikan kompos dan eco-enzyme.
Sedangkan sampah an organik yang telah dipilah dimanfaatkan sebagai bahan yang memiliki nilai ekonomis, yakni membuat produk kursi eco-brick, dan berbagai produk kerajinan tangan lainnya.
"Untuk yang memiliki nilai jual seperti kertas, kardus, botol plastik, akan dilakukan penimbangan di bank sampah. Hasil penimbangan akan dikonversi menjadi rupiah dalam bentuk tabungan emas bekerjasama dengan PT Pegadaian," ujarnya.
Sementara, Sahat menjelaskan untuk sampah limbah rumah tangga, seperti minyak jelantah, dikumpulkan warga untuk dijual.
"Kehadiran mereka (Universitas Indonesia) sambil melakukan penelitian yang berkontribusi untuk meningkatkan kinerja masyarakat dalam pengolahan sampah ini," ujarnya.
Di luar program pemilahan sampah, Sahat menambahkan bahwa pihaknya telah mengembangkan program Satu Karung Bersama Ubiku. Program ini dimaksudkan untuk mendorong warga memiliki setidaknya satu karung tanaman ubi.
Hasil panen tanaman ubi, nantinya akan ditampung oleh pelaku UMKM yang berada di RW 09 Kelurahan Keagungan yang telah memiliki sertifikasi halal dan layak jual. Produksi ubi itu melibatkan para kader PKK dan biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan.
Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Keagungan, Wina Handayani menuturkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi banyaknya sampah menumpuk di wilayahnya. Kemudian, ia pun menginisiasi warganya untuk melakukan pemilahan sampah, komposting dan pengadaan bank sampah.
Kegiatan pengelolaan sampah, lanjut Wina Handayani, membuah hasil. Sampah yang diangkut gerobak di lingkungan RW 09, mulai berkurang. Dari semula 2 gerobak menjadi 1 gerobak sampah yang dibuang setiap pekan.
"Kita tahu bahwa kondisi di Bantar Gebang sudah mengalami penumpukan sampah yang sangat luar biasa. Setidaknya dengan pengolahan ini kami sudah berhasil mengurangi," tambahnya. (why)






