Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jakarta Barat.
Untuk itu, Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan terus menggencarkan pelayanan CLG di wilayah melalui puskesmas dan juga membuka layanan di kantor-kantor pemerintahan. Melalui upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kendala utamanya adalah tingkat kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Selama ini masyarakat datang ke Puskesmas hanya dalam kondisi sakit, padahal target CKG ini justru masyarakat yang sehat,” jelas Kepala Sudis Kesehatan Jakbar, Sahruna, saat dikonfirmasi, Jumat (13/2).
Diungkapkan Sahruna, berdasarkan target dari Kementerian Kesehatan, pelaksanaan CKG di Jakarta Barat diharapkan dapat menjangkau sekitar 46 persen dari total jumlah penduduk.
Untuk meningkatkan cakupan, sambung Sahruna, pihaknya akan memperkuat strategi jemput bola dengan menyasar berbagai komunitas dan ruang publik, seperti posyandu, posyandu lansia, sekolah, pasar hingga perkantoran.
“Kami akan bekerja sama dengan Posyandu, Posyandu Lansia, sekolah, perkantoran, hingga pasar. Segala upaya akan kami lakukan agar masyarakat terinformasi dan mau melaksanakan pemeriksaan CKG,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa keterlibatan aktif masyarakat, tujuan utama CKG sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit akan sulit tercapai. Untuk itu, pihaknya mengajak warga untuk memanfaatkan layanan CKG yang telah disediakan pemerintah.
“Program ini sudah disiapkan dengan baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana masyarakat mau memanfaatkannya. Ayo datang ke Puskesmas dan ikut pemeriksaan CKG,” pungkasnya. (Aji)






