Sebanyak 54 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 34 melakukan kunjungan Studi Perspektif ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (28/11).
Disambut Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, rombongan yang diketuai Prof Dr Muhadam Labolo, Dosen IPDN beserta jajaran diterima di Ruang Pola. Hadir Wakil Wali Kota Jakbar Yuli Hartono, para asisten, sejumlah pimpinan OPD dan camat se Jakarta Barat. Kunjungan Studi Perspektif mengusung tema “Jakarta sebagai Kota Global Perspektif Ekologi Pemerintahan”.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto menyambut baik kehadiran Praja IPDN ke Kantor Wali Kota Jakbar. Ia meminta para Praja IPDN mengikuti kegiatan tersebut dengan baik khususnya dari sharing session yang disampaikan jajarannya, serta bisa mempelajari berbagai macam hal yang mungkin tidak ditemukan di dunia pendidikan.
“Semoga kehadiran adik-adik Praja IPDN yang hadir di sini akan memberikan dampak yang positif untuk menambah ilmu, wawasan adik-adik nanti di dalam dunia pendidikan, dan juga nanti ke depannya sudah berang tentu, paling enggak bisa membandingkan bagaimana pada saat mengikuti pendidikan dan di dunia nyata, di dunia kerja,” ujar Uus.
Sementara itu, Dosen IPDN, Muhadam Labolo mengungkapkan kedatangan Praja IPDN ke Pemkot Jakarta Barat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan lain sebagainya.
“Kami datang untuk minta sharing session terkait dengan ekologi pemerintahan, berkaitan dengan konteks Jakarta sebagai kota global. Tentu saja kota Jakarta Barat merupakan bagian dari peta jalan ke arah kota global itu,” ungkapnya.
Dijelaskan Labolo, sebelumnya praja IPDN telah mengunjungi Kota Depok. Untuk di Pemkot Jakbar belajar kuliah perspektif dan praktikal karena keunggulan IPDN ada kuliah dari praktisi. Setiap mata kuliah sekarang diarahkan harus ada praktisi.
“Hari ini kami ke sini untuk minta sharing session berkait dengan konteks kota global itu. Terima kasih atas seluruh sambutan, Pak Wali dan seluruh staff di sini, mohon maaf jika ada yang kurang dan keliru. Semoga adik-adik Praja bisa mendapatkan pengetahuan tentang kota global Jakarta sebagai bagian dari mata kuliah ekologi pemerintahan,” pungkasnya. (Aji)





