Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Banjir yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Jakarta Barat, Senin (26/1).
Dipimpin Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah didampingi Wakil Wali Kota Jakbar, Yuli Hartono, Sekko, Firmanudin Ibrahim. Hadir para Asisten Sekretariat Kota, kepala UKPD/SKPD terkait, serta para camat se-Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, dirinya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pendistribusian logistik kepada warga terdampak banjir yang berada di lokasi pengungsian maupun yang bertahan di rumah masing-masing.
“Koordinasi yang sudah kita lakukan kemarin sebenarnya sudah cukup baik, terutama terkait distribusi logistik dan konsumsi kepada warga terdampak banjir. Namun yang perlu kita evaluasi adalah kecepatan, ketepatan, serta pemenuhan sarana pendukung agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal,” ujar Iin Mutmainnah.
Ia menjelaskan, rapat evaluasi ini fokus untuk mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Salah satu isu yang disoroti adalah keterbatasan anggaran konsumsi bagi warga terdampak banjir, yang berdampak pada kualitas pemenuhan gizi makanan. Selain itu, tantangan dalam menjangkau warga yang tidak berada di pengungsian juga menjadi perhatian utama.
Berdasarkan data, hanya sekitar 30 persen warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian, sementara sebagian besar lainnya tetap bertahan di rumah atau di tempat yang lebih tinggi. Untuk solusi, dirinya mendorong optimalisasi dapur umum dengan melibatkan partisipasi masyarakat, dukungan CSR, serta kerja sama dengan kelurahan dan kecamatan yang tidak terdampak banjir.
“Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama atas nama Kota Administrasi Jakarta Barat,” tegasnya.
Iin Mutmainnah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja di lapangan serta menegaskan komitmen Pemkot Jakarta Barat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Prinsip kita jelas, tidak ada warga yang tidak kita layani. Kita perbaiki bersama agar ke depan penanganan banjir semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dari data BPBD Jakarta Barat, untuk penanganan banjir periode 22–25 Januari 2026. Tercatat banjir melanda 15 kelurahan, 67 RT, dan 37 RW di 6 kecamatan, dengan total 510 KK dan 1.814 jiwa terdampak. Lokasi genangan terdalam mencapai 150 cm, dan terdapat 25 titik pengungsian yang tersebar di 8 kelurahan.
BPBD Jakarta Barat juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, di antaranya air mineral, paket sandang, matras, terpal, karung, hingga perlengkapan kebersihan. Penyebab banjir antara lain intensitas hujan tinggi dengan durasi panjang serta banjir kiriman dari hulu. (Wan)






