Satuan Pilisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat terus menggencarkan Program Sapa Sekolah di di delapan wilayah kecamatan se Jakbar.
Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, menjelaskan program tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Program Sapa Sekolah dilaksanakan saat berangkat dan pulang sekolah.
"Personel kami sudah bersiaga di sekolah sebelum jam masuk, mencakup semua tingkatan mulai dari SD, SMP, hingga SMA, baik sekolah negeri maupun swasta," ungkap Herry, Rabu (28/1).
Lebih lanjut dijelaskan, pogram ini juga merupakan implementasi dari fungsi ketiga Satpol PP, yakni perlindungan masyarakat, di antaranya menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), serta perlindungan masyarakat.
"Kami menjalankan fungsi ketiga ini dengan hadir di dunia pendidikan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi guru, orang tua murid, maupun pelajar itu sendiri," ujar Herry.
Dalam tugasnya, anggota Satpol PP yang bertugas di satu sekolah sebanyak dua orang. Selain membantu pelajar maupun guru yang menyeberang, mereka juga diharuskan memberikan imbauan kepada para pelajar untuk menghindari tawuran dan perundungan (bullying) ataupun perilaku negatif lainnya terhadap anak sekolah.
"Bahkan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami juga siap melakukan penyisiran (sweeping) terhadap siswa yang tidak masuk sekolah atau membolos pada jam pelajaran atas permintaan pihak sekolah," jelas Herry.
Pihaknya memandang bahwa Satpol PP harus hadir di tengah masyarakat, termasuk di dunia pendidikan.
“Apalagi sebelumnya kami sudah memiliki program Prabu Jakarta yang melibatkan 25 perwakilan siswa di dalam sekolah. Nah, program Sapa Sekolah ini berperan di area luar sekolah," ujarnya.
Herry menambahkan, untuk menjamin keberadaan anggotanya di sekolah, pihaknya telah menyediakan sistem pelaporan melalui tautan bitly. Setiap anggota Satpol PP yang bertugas di sekolah akan merekapitulasi laporannya untuk ditinjau secara berkala.
"Sejak kemarin, saat ada kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), kami tetap bersiaga namun menyesuaikan dengan kondisi yang ada," ungkapnya.
Ia berharap, program ini akan terus berjalan secara efektif dan efisien, serta diharapkan unsur lainnya juga ikut bergabung dalam memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. (Aji)





