Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait publikasi data PPATK yang menginformasikan Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di DKI Jakarta, yakni 89.320 orang, atau berada diperingkat kedua di Indonesia setelah Kabupaten Bogor.
"Ya, isu ini akan kita bawa ya kepada pihak kepolisian, tentunya. Nanti kita akan diskusi dengan pak kapolres untuk melanjutkan, apa, melakukan langkah-langkah selanjutnya," tuturnya saat dikonfirmasi pada event Pekan Raya Grogol (PRG), Jumat (26/6).
Kendati demikian, lanjut Iin, publikasi data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu tentunya dilihat sebagai alarm bagi masyarakat.
"Prinsipnya, ketika ini ada informasi, ya secara kebenaran informasi itu kan kita juga perlu kejelasan data. Tapi, setidaknya menjadi warning buat kita semua untuk prepare atau aware. Aware ini bukan hanya bicara dari sisi kaitan dengan penegakan hukumnya, tetapi mitigasinya perlu dilakukan oleh semua," jelasnya.
Selain itu, Iin menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai sistem sosial terkecil dalam pencegahan judi online (judol).
"Setidaknya, saya berharap dari pihak keluarga. Orangtua juga harus memastikan bahwa anak-anaknya, keluarganya, semua dalam keadaan baik, artinya mengikuti ketentuan. Ketika memang ini ada hal-hal perilaku yang tidak tepat, ya orang tua punya kewajiban untuk mengingatkan sebagai teladan," pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan akun resmi PPATK, melalui instagram @ppatk_indonesia, wilayah Jabodetabek, ditetapkan sebagai zona merah aktivitas judi online tingkat nasional.
Berdasarkan sebaran wilayah, Jakarta Barat menduduki urutan kedua dengan jumlah pemain judi online mencapai 89.320 orang, dan total akumulasi deposit sebesar Rp600,6 miliar.
Urutan pertama terbanyak pelaku judol diduduki wilayah Kabupaten Bogor berjumlah 103.092 pemain dengan deposit Rp414,4 miliar. Sementara wilayah Jakarta Timur berada di urutan ketiga dengan jumlah 81.750 pemain dengan deposit Rp425,9 miliar.
Untuk sebaran wilayah kecamatan se-Jabodetabek, Cengkareng berada di urutan teratas dengan pemain judol berjumlah 21.497 pemain. Kemudian, diikuti Kecamatan Cakung (Jaktim) berjumlah 14.664 pemain, Tanjung Priok (Jakut) berjumlah 13.769 pemain, Kebayoran Lama (Jaksel) berjumlah 9.948 pemain dan Bekasi Utara berjumlah 7.793 pemain. (why)






