Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal di Kelurahan Tomang, Jumat (10/4).
Kunjungan ini dimulai dengan senam pagi bersama jajaran Kelurahan Tomang, dilanjutkan dengan rapat yang dihadiri oleh Camat Grogol Petamburan, Lurah Tomang, Mansur, serta SKPD terkait, diakhiri dengan meninjau titik lokasi MCK.
Wali Kota menyampaikan bahwa pembangunan MCK komunal tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BUMD, sektor swasta, hingga masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama para kolaborator yang sudah bersedia membangun MCK komunal. Ada yang dibangun oleh Bank Jakarta, kemudian ada juga dari partisipasi masyarakat melalui CSR personal, serta dari PAL Jaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga titik pembangunan yang menjadi perhatian utama dan progresnya akan terus dipantau oleh jajaran kelurahan bersama instansi terkait. Seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Pembangunan MCK komunal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sehat sekaligus mendukung deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Tomang. Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan deklarasi tersebut dapat terlaksana pada Juni mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.
“Insyaallah pada bulan Juni kita akan deklarasi ODF di Kelurahan Tomang untuk melengkapi 56 kelurahan di Jakarta Barat agar seluruhnya berstatus ODF dan siap menuju Kota Sehat,” katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap pembangunan fasilitas sanitasi ini mampu mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, terutama dalam menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS).
“Kita ingin masyarakat berhenti buang air besar sembarangan. MCK yang dibangun ini sudah memenuhi standar kesehatan, air bersih tersedia dari PAM Jaya, dan sistem sanitasi juga ditangani secara teknis oleh instansi terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan ini melibatkan berbagai pihak seperti Sudin Sumber Daya Air, Sudin Perumahan, PAL Jaya, PAM Jaya, Baznas, hingga kalangan akademisi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sanitasi warga, khususnya di wilayah RW 12 dan RW 13.
Sementara itu, Lurah Tomang, Mansur, mengungkapkan bahwa wilayah Kelurahan Tomang memiliki 16 RW dan 173 RT, dengan masih terdapat lima RW yang tercatat memiliki praktik BABS, yakni RW 011, 012, 013, 014, dan 015. Dari jumlah tersebut, dua RW, yakni RW 012 dan RW 013, masih ditemukan praktik BABS terbuka.
Di RW 012, tercatat sebanyak 260 kepala keluarga (KK) masih melakukan BABS terbuka dan 162 KK BABS tertutup, sehingga total mencapai 422 KK. Sementara di RW 013, terdapat 82 KK BABS terbuka dan 107 KK BABS tertutup, dengan total 189 KK.
Menurut Mansur, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya risiko penyebaran penyakit, pencemaran lingkungan, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat. Kendala utama yang dihadapi antara lain keterbatasan lahan, ruang publik, serta anggaran.
“Upaya yang sudah dilakukan antara lain pembangunan MCK komunal di RT 007 RW 012, revitalisasi MCK eksisting, serta pendekatan nonfisik seperti sosialisasi kepada warga dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan CSR,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat tiga titik usulan pembangunan, yakni di sekitar Waduk Rawa Kepa RW 012 dengan rencana enam bilik MCK, renovasi MCK di RT 007 RW 012 dengan tiga bilik, serta pembangunan septic tank komunal yang ditargetkan dapat menggantikan delapan WC terbuka di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua RW 12, Ade Wirya, menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan MCK komunal di wilayahnya. Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat RW 12 sangat tinggi dalam mendukung program tersebut. Warga bahkan turut bergotong royong membantu proses pembangunan, termasuk dalam proyek MCK sebelumnya yang juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Masyarakat sangat mendukung dan ikut turun langsung membantu. Bahkan sebelumnya, pembangunan MCK juga didukung swadaya masyarakat dan bantuan dari anggota DPR. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Lurah dan semua pihak yang telah membantu sehingga pembangunan ini bisa segera terlaksana,” tutupnya.






