Aparatur Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, melakukan pendataan warganya yang tidak memiliki septictank. Ini dilakukan dalam upaya menjadikan wilayah bebas Open Defecation Free (ODF).
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya menjelaskan bahwa dari tujuh wilayah kelurahan di Kecamatan Grogol Petamburan, hanya dua wilayah kelurahan yakni Tanjung Duren Utara dan Tanjung Duren Selatan, yang bebas ODF. Sisanya, baru deklarasi pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (STBM).
"Kami sedang melakukan pendataan, sudah saya tugaskan pak lurah mendata lokasi. Saya mintakan lengkapi datanya. Karena wilayah itu belum ODF, baru deklarasi Pilar 1 STBM," ujarnya.
Dijelaskan Raditian, meski belum ODF, namun warga Jelambar telah sepakat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ke saluran air atau kali. Mereka telah menutup saluran pembuangan ke kali, dan mengandalkan WC umum.
Sementara itu, Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra mengatakan bahwa pihaknya telah mendata warga yang tidak memiliki septictank, termasuk warga Gang Sejahtera, RW 08, Kelurahan Jelambar.
"Kami telah mendapat data warga yang tidak memiliki septitank. Hasilnya, ada 19 rumah. Paling banyak di RW 08, yakni 11 rumah. Saluran pembuangannya langsung ke kali," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut data tersebut, Pradista bergegas, langsung berkordinasi dengan kecamatan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Setelah dilihat dari kondisi di lapangan, rasanya tak mungkin membuat WC komunal di RW 08, karena kawasan padat penduduk. Kondisi WC umum juga sudah tidak layak," ujarnya.
Upaya lain yang telah dilakukan, lanjut Pradista, mengirimkan surat permohonan kepada PD PAL, perihal pembuatan septitank. Namun, hingga saat ini belum ada respon.
"Paling tidak, kami berupaya memperbaiki kondisi WC umum tersebut. Karena sudah tidak layak," tambahnya.
Sebelumnya diinformasikan, Akun @kompascom memberitakan kondisi puluhan warga di Gang Sejahtera, Jelambar, Jakarta Barat, yang selama lebih dari 30 tahun belum memiliki septictank pribadi. Warga masih bergantung pada WC umum dengan kondisi terbatas akibat keterbatasan ekonomi dan lahan di permukiman padat.
Disebutkan bahwa sebagian warga telah menerima bantuan septic tank gratis melalui program pemerintah, namun belum menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. (why)





