Dalam upaya mengatasi kemacetan yang ditimbulkan oleh pembangunan flyover Latumenten, Lurah Jelambar beserta 8 anggota Satuan Pekerja Penanganan Sarana Umum (PPSU) melakukan pengaturan lalu lintas di sepanjang Jalan Latumenten, tepatnya di depan Stasiun Grogol. Kegiatan ini berlangsung pada jam-jam padat lalu lintas untuk mengurangi dampak negatif dari proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Pembangunan flyover di kawasan Latumenten diharapkan dapat mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Namun, selama proses tersebut, terdapat peningkatan volume kendaraan yang menyebabkan kemacetan di area tersebut. Untuk itu, Lurah Jelambar dan tim PPSU mengambil langkah proaktif dengan melarang angkutan umum, bajaj, dan ojek online ngetem di pinggir jalan. Selain itu, mereka juga mengimbau pedagang kaki lima untuk tidak berjualan di sekitar lokasi yang berpotensi menyebabkan kemacetan.
Dalam kesempatan ini, Lurah Jelambar, Pradista, menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk menanggulangi permasalahan ini. Ia menjelaskan bahwa “Untuk mengurangi dampak kemacetan selama proses pembangunan, diperlukan kerja sama antara pemerintah, petugas lalu lintas, dan masyarakat. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif, mematuhi rambu-rambu yang telah ditetapkan, serta mengatur waktu perjalanan dengan lebih bijak,” ujarnya.
Langkah-langkah yang diambil oleh Lurah Jelambar dan PPSU diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama masa pembangunan serta memastikan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. Dengan begitu, diharapkan manfaat jangka panjang dari pembangunan flyover ini dapat segera dirasakan oleh semua pihak.






