Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudis LH) Jakarta Barat memasang alat pengukur kualitas udara yaitu High Volume Air Sampler (HVAS) di halte Jalan Kembangan Raya, tepatnya di depan kantor wali kota.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Sudis LH Jakbar, Andi Sofiyan mengatakan, alat pengukuran kualitas udara yang dipasang adalah High Volume Air Sampler (HVAS) yang berfungsi untuk mengukur tingkat polusi udara.
Dikatakan Andi, bentuk alat seperti sangkar meteorologi terbuat dari besi dan tingginya sekitar 1-1,5 meter. Di dalamnya, alat ini terdapat motor penghisap dan flow rate atau pengukur kecepatan aliran udara masuk.
"Kami pasang dua alat pengukur kualitas udara di wilayah Kembangan. Pertama, Stasiun Pengukuran Kualitas Udara (SPKU) di Sentra Niaga Puri Indah, dan alat pengukur kualitas udara yang ditempatkan di halte busway, depan kantor Walikota Jakarta Barat," ujarnya.
Ia menyebut, alat pengukur kualitas udara dengan metode manual aktif ini dipasang dalam rangka Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Alat ini dipasang sebanyak tiga kali, yakni sebelum HBKB, pelaksanaan HBKB, hingga Senin (11/5).
"Tugas Sudis LH Jakbar dalam kegiatan HBKB salah satunya melakukan pengukuran kualitas udara. Kita pasang 3 kali, sebelum, pelaksanaan HBKB hingga salah satu hari kerja (senin) yang dilakukan oleh pihak ketiga, PT Mitralab Buana. Alat ini dipasang selama 24 jam dengan hasil pengukuran melalui uji laboratorium lingkungan 2 minggu kemudian," jelasnya.
Untuk secara umum pemantauan kualitas udara di wilayah Jakarta Barat, Andi Sofiyan menuturkan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara wilayah Jakarta Barat masuk kategori sedang.
"Kualitas udara di Jakarta Barat masuk kategori sedang berada direntang indeks 50-100. Kalo kategori baik 0-50, sedang 50-100, tidak sehat 100-200, sangat tidak sehat 200-300, dan sangat berbahaya diatas 300," ujarnya.
Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2020, rekomendasi untuk kualitas udara sedang, bagi orang sehat masih aman aktivitas luar. Namun untuk kelompok sensitiff, seperti balita dan lansia disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik lama di luar, dan memakai masker bila perlu. (why)






