Suku Dinas Pendidikan (Sudisdik) Wilayah 1 Jakarta Barat mendorong 1.111 sekolah untuk menggencarkan edukasi pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme.
Menurut Kepala Sudisdik Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani, saat ini kesadaran pengolahan sampah menjadi semakin penting untuk ditanamkan kepada anak usai dini, menyusul semakin tingginya produksi sampah masyarakat.
"Jadi kesadaran untuk lestarikan lingkungan itu memang penting untuk dimiliki anak-anak sekolah. Nah, momen Hari Bumi kemarin itu kita jadikan penegasan agar para murid diedukasi soal ketahanan pangan dan pengolahan sampah," ujar Agus saat dihubungi, Jumat (24/4).
Terkait pengolahan sampah organik, lanjutnya, beberapa sekolah telah mulai melibatkan para murid, seperti di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 07 di Kecamatan Kebon Jeruk.
"Sudah ada kemarin yang mulai. Jadi sampah organik diolah dalam galon-galon begitu," ungkap Agus.
Selanjutnya, terkait ketahanan pangan, sekolah-sekolah di wilayahnya juga telah diinstruksikan agar memanfaatkan lahan kosong di area sekolah masing masing untuk ditanami tanaman produktif.
"Jadi murid-murid itu dilibatkan dari proses pembibitan, mereka nyiram, mereka lihat pertumbuhannya, sampai mereka panen. Nanti dalam rangka Hardiknas, kita mau panen. Terus hasilnya nanti bisa kita bagikan ke penduduk sekitar sekolah," jelas Agus.
Sebelumnya diberitakan, SDN Sukabumi Selatan 07, mengolah sampah jadi eco enzyme sebagai kegiatan edukasi untuk memperingati Hari Bumi 2026.
Kepala SDN Sukabumi Selatan 07, Bekti Widiyaningsih, mengatakan pembuatan eco enzyme dilakukan untuk mengurangi sampah organik sekaligus memberikan edukasi kepada siswa tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan.
"Diharapkan SDN Sukabumi Selatan 07 dapat menjadi percontohan sekolah peduli lingkungan serta mendorong siswa menerapkan gaya hidup minim sampah," ujar Bekti.
Selain itu, program pengelolaan sampah sejalan dengan predikat Adiwiyata Mandiri yang telah diraih sekolahnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini,” pungkasnya. (Aji)






