Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjaring sebanyak 346 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama dua bulan.
"Januari dan Februari 2026 total yang kami jangkau sebanyak 346 orang PPKS,β sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, Selasa (17/3).
Lebih lanjut ia merinci, paling banyak pak ogah 116, kemudian gelandangan 66 orang, psikotik 63 dan lainnya dari berbagai kategori. Ratusan PPKS itu dijangkau dari sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat. Pihaknya juga telah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut.
Beberapa di antaranya Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua. Sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
βBila didapati PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelasnya.
Namun, sambung Fajar, jika PPKS berasal dari Jakarta dan tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen," katanya. (Aji)





