Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat akan mencari solusi lain untuk mengatasi genangan air di lingkungan Kompleks DPA dan DPR RW 08 Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan.
Upaya tersebut dilakukan menyusul rencana pembuatan sodetan atau crossing di lingkungan tersebut ditolak warga sekitar.
"Kalau ditolak warga, berarti kami tidak dapat berbuat apa-apa di sana. Akan kami cari solusi lainnya," jelas Kepala Sudis SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari saat dikonfirmasi, Senin (19/1).
Ia mengungkapkan, sebelumnya pihaknya berencana membuat sodetan di kawasan tersebut sebagai upaya upaya mengatasi banjir yang dikeluhkan warga setempat. Namun, pembuatan sodetan itu dikhawatirkan warga Kavling DKI akan membuat wilayah mereka rawan tergenang banjir. Pasalnya, posisi Kavling DKI Meruya Selatan lebih rendah dari perumahan tersebut.
"Saat ini kami baru melakukan pengukuran untuk melihat elevasi saluran yang ada saat ini. Pada saat pertemuan dengan warga kompleks DPA dan DPR dengan Ibu Wali Kota pada tanggal 5 Januari 2026, saya menyampaikan akan melakukan pengukuran untuk mencari solusi terkait permasalahan banjir yang terjadi di wilayah tersebut.
"Kalau tidak diukur, bagaimana saya tau air itu bisa dialirkan kemana," jelas Purwanti.
Merespons penolakan warga Kavling DKI Jakarta terhadap pembangunan sodetan tersebut, Purwanti menegaskan bahwa pembangunan itu masih dalam tahap perencanaan.
"Jadi saat ini sebenarnya masih dalam tahap perencanaan. Belum ada kegiatan apa-apa di sana," ungkapnya.
Sebelumnya, warga di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, menolak rencana pengalihan sodetan atau jalur pembuangan air dari sebuah perumahan yang sedang dibangun di sekitar wilayah mereka.
Ketua RT 04 RW 06 Meruya Selatan, FA, mengatakan lokasi perumahan besar itu memiliki ketinggian tanah lebih dari satu meter dibanding Kavling DKI, sehingga pengalihan sodetan berpotensi menimbulkan banjir di lingkungan permukiman.
“Jadi kalau aliran air masuk ke saluran RT 04, yang terjadi kita berubah dari RT yang kering jadi embung. Air pasti mengalir ke bawah,” katanya.
Namun ia menegaskan warga pada dasarnya tidak mempermasalahkan adanya pembangunan perumahan di sekitar wilayah mereka.
“Sebenarnya kita tak ada masalah dengan adanya pembangunan. Hanya pada waktu mereka punya rencana untuk melakukan sodetan dari saluran ke sini, makanya kita mempersoalkan,” tuturnya.
Spanduk penolakan terhadap rencana pembangunan sodetan dari sebuah perumahan, terpampang di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kamis (15/1) lalu. (Aji)





