Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Jakarta Barat menggelar Kelas Ayah Idaman (AMAN) bagi Pasangan Usia Subur (PUS) di Praktik Mandiri Bidan Fatmi Hanum, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jumat (10/7).
Kepala Sudis PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Menurutnya, kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, serta terciptanya keluarga yang harmonis. "Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, sahabat, dan teladan bagi anak-anaknya," ujar Dian. Ia menjelaskan, kegiatan AMAN merupakan implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di tingkat wilayah. Program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus berbagi pengalaman mengenai pola asuh positif, kesehatan reproduksi, komunikasi keluarga, perlindungan anak, serta pembentukan karakter sejak dini. "Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, kami mengajak para ayah untuk semakin aktif hadir dalam kehidupan anak, membangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta penuh kasih sayang. Kehadiran ayah yang berkualitas akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," katanya. Dian berharap kegiatan ini mampu melahirkan komunitas ayah yang saling menginspirasi dan menjadi teladan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat."Keberhasilan program juga memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat luas," pungkasnya. Sementara itu, salah seorang peserta, Edy Junaedi (32), mengaku mengikuti Kelas Ayah Idaman untuk memperdalam pemahamannya sebagai kepala keluarga. "Saya mengikuti AMAN karena ingin belajar menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Saya berharap anak-anak saya dapat merasakan kehadiran sosok ayah yang selalu mendampingi, memberi teladan, dan menjadi tempat mereka berbagi cerita serta mencari perlindungan," ucapnya. (Izu)




