Suku Dinas Bina Marga (SDBM)Jakarta Barat melakukan perbaikan secara bertahap sementara pada 721 titik kerusakan jalan yang tersebar di delapan kecamatan hingga hingga 26 Januari 2026.
Menurut Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudis Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, bahwa perbaikan jalan tetap dapat berjalan di awal tahun ini berkat ketersediaan stok material yang telah disiapkan sejak Desember 2025 lalu.
“Setiap tahun memang polanya seperti itu. Kami menyiapkan stok material sejak Desember untuk kebutuhan pekerjaan di Januari dan Februari, karena anggaran tahun berjalan belum bisa langsung digunakan di awal tahun,” jelas Khairul saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Dikatakan Khairul, metode perbaikan disesuaikan dengan kondisi dan fungsi jalan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penambalan aspal, sementara pada ruas jalan yang sering dilalui kendaraan bertonase berat, perbaikan diarahkan menggunakan perkerasan beton secara bertahap.
“Jalan yang dilalui kendaraan berat lebih kami arahkan menggunakan beton karena lebih kuat dan tidak mudah melendut seperti aspal,” katanya.
Lebih lanjut, Khairul mengungkapkan, bahwa meningkatnya kerusakan jalan pada musim hujan disebabkan air yang meresap ke lapisan tanah dasar, sehingga melemahkan struktur jalan dan memicu lubang saat dilintasi kendaraan.
“Air hujan masuk ke pori-pori tanah dasar. Ketika dilalui kendaraan, struktur jalan menjadi cepat rusak. Itu sebabnya kerusakan jalan banyak terjadi di musim hujan,” pungkasnya. (Aji)





