Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mengangkut sebanyak 35 ton sampah dari lingkungan Rusunawa Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, sebelumnya kondisi kebersihan lokasi tersebut sempat viral di medsos.
Kepala Sudis LH Jakbar, Achmad Hariadi, menyebut untuk mengangkut sampah dari kawasan tersebut pihaknya menerjunkan dua unit truk kapasitas besar, satu unit truk kecil dan dua unit truk compactor.
"Kita sudah lakukan pengangkutan. 20 ton ret pertama ditambah 15 ton ret kedua, jadi ada 35 ton," ujarnya saat dihubungi Selasa (7/4).
Ia mengakui tumpukan sampah memang sempat terjadi di lokasi karena warga di lingkungan dekat area blok tidak memiliki tempat penampungan sementara (TPS) sendiri.
"Warga kan tidak ada TPS sendiri. Nah, mereka juga ikut buang ke sana, sehingga menambah volume-volume sampah di TPS area blok," ujar Hariadi.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya mengadakan workshop pilah sampah untuk menekan produksi sampah warga Rusun Angke di lingkungan RW 11 Kelurahan Angke.
Ia menjelaskan, pihaknya dalam gerakan ini akan menghadirkan seluruh stakeholder untuk mendapatkan pemahaman dan cara memilah sampah.
"Kami menghadirkan semua stakeholder, seperti pengurus RT, RW, LMK, PKK RW, Dasawisma, Jumantik, petugas gerobak RW dan petugas kebersihan, karena masalah sampah ini tanggung jawab bersama," tandasnya.
Menurutnya, selama ini masyarakat kurang bijak dalam mengelola sampah. Mereka hanya membuangnya ke TPS.
"Sampah hanya dibuang saja sehingga menumpuk di TPS Rusun Angke," katanya.
Pada giat gerakan pilah sampah, penghuni Rusun Angke, khususnya petugas kebersihan, akan diajari pemilahan sampah organik dan an organik.
"Workshop pilah sampah ini menyasar setiap RW di Jakarta Barat. Sehingga, nantinya kami upayakan dalam satu atau dua minggu sekali ada kegiatan gerebek pilah sampah," pungkasnya. (Aji)






