Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Imron Sjahrin, mendorong penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta deteksi dini diabetes melitus di masyarakat
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 dan Seminar Kesehatan “Diabetes Melitus: Edukasi, Kesadaran, dan Aksi Nyata” di Perguruan Muhammadiyah PCM Tomang, Grogol Petambutan, Jakarta Barat, Sabtu (8/8).
“Atas nama Pemerintah Kota Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke-114. Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi seminar kesehatan yang sangat krusial dan relevan ini,” ujar Sekko Jakabar, Imron.
Ia menilai kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tema seminar mengenai diabetes melitus juga relevan dengan meningkatnya tantangan penyakit tidak menular di masyarakat.
“Diabetes melitus sering kali disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang kentara pada tahap awal, namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Imron menekankan pentingnya menggeser pola penanganan dari pendekatan kuratif menuju preventif. Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan kesadaran deteksi dini, serta aksi nyata dan kolaborasi.
Ia mengajak masyarakat untuk memahami faktor risiko diabetes, menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Selain itu, pemeriksaan kesehatan dan skrining gula darah secara berkala juga perlu dilakukan tanpa harus menunggu munculnya gejala.
“Penanganan masalah kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti Muhammadiyah, akademisi, serta elemen masyarakat,” tutur Imron. (Lam)






