Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menggandeng Satuan Karya Pengawasan Obat Makanan (Saka POM) pada kegiatan pengawasan pangan takjil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, mengatakan bahwa BBPOM memiliki Satuan Karya (Saka) POM bekerjasama dengan Kwarda Pramuka DKI Jakarta. Mereka diberdayakan untuk melakukan pengawasan sekaligus edukasi pangan yang sehat dan aman dikonsumsi kepada masyarakat. Saka POM memiliki tiga krida utama, yakni krida pengujian, krida informasi dan krida pemantauan.
"Kami menggandeng Pramuka untuk melakukan pengawasan di lapangan melalui tiga krida yakni krida pengujian dengan melakukan pengujian sederhana, krida informasi yang memberikan edukasi kepada masyarakat, serta krida pemantauan yakni melaporkan temuan melalui aplikasi," ujarnya, Jumat (6/3)
Lebih lanjut, Sofiyani menuturkan, pada kegiatan pengawasan pangan takjil, anggota Saka POM mengambil sampel makanan takjil sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pangan yang sehat dan aman.
Misalnya, lanjut Sofiyani, anggota Saka POM menampilkan sejumlah contoh-contoh produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan serta pembagian produk informasi berupa leaflet 4 macam bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, cek KLIK, BPOM Mobile serta cara membaca informasi nilai gizi serta 5 kunci keamanan pangan.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Barat berkolaborasi dengan BBPOM di Jakarta melakukan pengawasan pangan terhadap makanan berbuka puasa (takjil) di Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam kegiatan itu, BBPOM di Jakarta menemukan dua produk makanan jenis bolu kukus yang mengandung pewarna tekstil (rhodamin B).
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan pihaknya telah mengambil 34 sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya. Dari jumlah sampel tersebut, dua sampel diantaranya positif menggunakan pewarna tekstil atau pewarna yang dilarang (Rhodamin B).
Selain BBPOM, lanjut Sofiyani Chandrawati Anwar, Sudis Kesehatan Jakarta Barat juga melakukan pengujian terhadap 31 sampel. Hasil pemeriksaan, semua sampek negatif artinya tidak ditemukan bahan-bahan kimia berbahaya.
"Jadi dari total 65 sampel yang diuji hari ini, ditemukan dua produk makanan yang mengandung rhodamin B," ujarnya.
Sebagai tindaklanjut temuan produk makanan mengandung rhodamin, tim BBPOM di Jakarta menarik produk makanan itu dari etalase untuk dimusnahkan. (why)





