Ratusan petugas gabungan Kecamatan Tambora melaksanakan kegiatan Tampan (Tambora, Tertib, Terpadu, Aman dan Nyaman) di wilayah RW 05 dan 06 Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (20/5).
Kegiatan rutin setiap hari Rabu tersebut diawali dengan apel persiapan yang dipimpin oleh Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu. Apel dihadiri para lurah serta ratusan petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Satpel Perhubungan, Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Kesehatan, Sosial, Gulkarmat, PPSU, Bhabinkamtibmas, Babinsa, FKDM, LMK, PKK, kader Dasa Wisma, Jumantik dan pengurus RT dan RW 05 dan 06 Kelurahan Duri Selatan.
Usai apel, petugas gabungan langsung melakukan kegiatan Tampan yang meliputi lima pilar yakni Tertib Trotoar dan PPKS, Tertib Listrik/Operasi Penertiban Arus Listrik, Tertib Saluran, Jalan dan Penerangan, Tertib Sampah dan usaha, dan Tertib Kamtibmas dan Kesehatan.
"Kegiatan Tampan ini rutin setiap Rabu pada masing-masing kelurahan. Lokusnya di kelurahan, ada sejumlah RW yang kita tindak lanjuti. Kegiatan Tampan mencakup lima pilar, mulai dari Tertib Trotoar dan PPKS, Tertib Listrik/Operasi Penertiban Arus Listrik, Tertib Saluran, Jalan dan Penerangan, Tertib Sampah dan usaha, dan Tertib Kamtibmas dan Kesehatan," ujarnya didampingi Lurah Duri Selatan, Tariswan.
Untuk kegiatan Tampan di wilayah Kelurahan Duri Selatan, lanjut Aji, berlangsung di dua lingkungan RW yakni RW 05 dan 06, dengan fokus utama pemilahan sampah pada sumbernya.
"Di Duri Selatan ini, kita sama-sama mengedukasi dan mengingatkan kembali mengenai pemilahan sampah. Karena di sini (warga) ada yang belum paham pemilahan sampah. Namun secara simultan dan juga bertahap, kita informasikan juga kepada masyarakat agar segera melakukan pemilahan sampah, karena ke depannya kalo tidak dipilah, nantinya akan kita tidak angkut," tuturnya.
Terkait pemilahan sampah, Aji telah meninjau sejumlah lokasi pemilahan sampah, mulai dari pengolahan sampah organik dan an organik. Pengolahan sampah organik dilakukan dengan metode maggot dan pengolahan sampah an organik di bank sampah RW 06.
"Sampah organik, seperti kulit buah, dan sisa olahan makanan, bermanfaat sebagai makanan maggot. Dan, maggot nantinya bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan atau ternak. Untuk pemilahan sampah an organik, tadi sudah dijelaskan di Pos RW 06, kita melakukan penimbangan di bank sampah. Alhamdulillah, sejumlah bank sampah sudah bisa berkontribusi, termasuk pengumpulan minyak jelantah," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi upaya warga Kelurahan Duri Selatan yang telah mendeklarasikan dan pernyataan sikap dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan wilayah.
"Di Kelurahan Duri Selatan ini sudah membentuk Kompak (Komunitas Masyarakat Pecinta Kebersihan) dan telah deklarasi dan pernyataan sikap khususnya mensupport semua program dan kegiatan pemerintah, terutama pemilahan sampah," tuturnya.
Terkait sarana dan prasarana pemilahan sampah, Aji menambahkan bahwa pihaknya, terutama Sudis Lingkungan Hidup (LH) Jakbar, telah memberikan sejumlah karung pada sejumlah wilayah untuk pemilahan sampah.
"Minimal 3 karung untuk satu rumah, untuk melakukan pemilahan sampah organik, an organik dan residu. Dari hasil pemilahan, akan diambil petugas PPSU untuk selanjutnya secara kolektif dipilah kembali sebelum dibawa Sudis LH," tambahnya.
Di tempat yang sama, Lurah Duri Selatan, Tariswan menjelaskan, kegiatan Tampan melibatkan 100 petugas gabungan. Mereka menjalani tugas sesuai lima pilar kegiatan Tampan.
"Mereka menjalani tugas di dua RW yakni RW 5 dan 6," tuturnya.
Untuk pemilahan sampah, lanjut Tariswan, dilakukan pada bank sampah RW 05 dan 06. Edukasi ODF (Open Detefacation Free) serta edukasi kesehatan masyarakat di RW 05.
"Tertib Tertib Trotoar dan PPKS, kami menertibkan 4 PKL di Jalan Moh. Mansyur dan mitigasi kebakaran di RW 05," jelasnya. (why)





