Pasca dilanda banjir, petugas Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan mengadakanm lisolisasi dengan memberikan cairan disinfektan untuk membunuh kuman dan bakteri di lingkungan Musalla At-Taqwa tepatnya RW 07 RW 04 Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (28/1).
Kepala Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Yefy Eskar mengatakan upaya lisolisasi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pasca banjir yakni Leptospirosis infeksius yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, umumnya ditularkan melalui urin hewan terinfeksi (tikus, anjing, tikus) yang mencemari air atau tanah, terutama saat banjir atau musim hujan.
"Untuk gejala meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot (terutama betis), mata merah, dan kuning. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berat pada ginjal dan hati, sehingga memerlukan pengobatan segera," katanya.
Diungkapkan Yefi, lisolisasi merupakan pemberian cairan disinfektan untuk membunuh kuman, bakteri pasca banjir, untuk penggunaanya dengan perbandingan 1 liter cairan disinfektan, digunakan untuk 80 liter air.
"Diharapkan warga dapat melakukan pembersihan pasca banjir di rumahnya masing masing dengan cairan disinfektan," ujarnya.
Di tempat yang sama, Lurah Jelambar, Pradista menjelaskan,, pihaknya mengerahkan 28 petugas dengan memberikan lisolisasi pada lingkungan yang terkena banjir.
"Kami berharap warga terbebas dari penyakit Leptospirosis sehingga menciptakan kenyamanan untuk tinggal di lingkungannya," pungkasnya. (Kontri)





