Menurut Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, pupuk kompos ini dihasilkan dari pengolahan daun-daun kering yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar. Daun tersebut terlebih dahulu dicacah menjadi partikel kecil, kemudian dicampur dengan larutan EM4 dan air.
Dikatakan Pradista, setelah proses pencampuran, bahan kompos dimasukkan ke dalam tong penyimpanan dan difermentasi selama kurang lebih dua bulan hingga siap digunakan maupun dipasarkan.
"Setiap bungkus pupuk kompos dijual dengan harga Rp5.000. Selain membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi para petugas," katanya sesuai keterangan yang diterima.Sementara itu, salah seorang anggota PPSU Kelurahan Jelambar, Syifa, mengjelaskan bahwa pemanfaatan daun kering menjadi kompos merupakan langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Pengolahan kompos dari daun kering tidak hanya membantu mengurangi pencemaran akibat pembakaran sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Kompos dapat digunakan sendiri maupun dijual kepada masyarakat yang membutuhkan pupuk organik. Lumayan juga untuk tambahan penghasilan bagi kami,” pungkasnya. (Kontri)





