Pokja IV PKK Kebon Jeruk menggelar sosialisasi pencegahan stunting yang diikuti 60 peserta dari kader PKK dan Posyandu yang berlangsung di Aula Kelurahan Kebon Jeruk, Kamis (28/8).
Menurut Pokja IV PKK Kelurahan Kebon Jeruk, Arum Wulandari, dirinya mengapresiasi keterlibatakan aktif para ibu dan kader PKK Kelurahan dan RW yang ikut partisipasi aktif.
"Alhamdulillah keterlibatan kader sangat bagus. Ibu-ibu sangat support (mendukung) karena kegiatan ini bersifat sosial dan bermanfaat bagi warga di lingkungannya," katanya.
Ia berharap dengan kegiatan sosialisasi ini, masyarakat dapat menyerap pesan terkait pencegahan stunting dan dengan mudah dapat dipahami, diteruskan, dan diaplikasikan di masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Penanggung jawab Promosi Kesehatan (Promkes) Kebon Jeruk, Kisty Audina menjelaskan, keberadaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi penting dalam mendukung pencegahan stunting.
Pihaknya menjelaskan, program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diluncurkan Kementerian Kesehatan, yang mulai dari posyandu kini diperluas fungsinya untuk mencakup lima siklus kehidupan, mulai dari balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, hingga lansia.
"Posyandu ILP ini tujuan utamanya adalah screening kesehatan. Dengan pemeriksaan rutin setiap bulan, kita bisa mengetahui progres tumbuh kembang balita dan kondisi kesehatan masyarakat dari semua kelompok usia," ujarnya.
Ia menambahkan, program ILP baru berjalan dua bulan, tapi antusiasme warga sangat baik dan hingga saat ini belum ada kendala berarti. Tantangan yang muncul lebih pada ketersediaan sarana prasarana dan lokasi kegiatan yang memadai untuk menampung berbagai kelompok sasaran. (Kontri)