Petugas gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bergotong royong membersihkan puing-puing kayu yang terdampak longsor sheetpile Kali Angke RW 10 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
Mereka membersihkan sampah kayu untuk selanjutnya diolah menjadi kompos. Selain itu, dekat longsoran juga terdapat aktivitas pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Carina Sayang RW 10, Kelurahan Rawa Buaya.
"Kami bersihkan material kayu-kayu longsoran agar nantinya bisa dimasuki alat berat dari Sudis SDA Jakarta Barat," ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Hariadi, saat ditemui di lokasi longsoran Sheetpile Kali Angke, Kamis (26/3).
Dikatakan Ahmad Hariadi, sampah material kayu diangkut truk berwarna hijau milik Sudis LH Jakbar untuk diolah menjadi pupuk kompos.
"Muatan sampah kayu tidak dibuang di Bantargebang, tapi akan dikirim ke Saringan Sampah Segmen TB Simatupang. Sampah kayu diproses untuk dapat dimanfaatkan kembali. Kayu dicacah oleh mesih dan diproses menjadi kompos atau refuse derived fuel (RDF)," ujarnya.
Ia menambahkan, Saringan Sampah Segmen TB Simatupang merupakan salah satu fasilitas milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang telah beroperasi sejak tahun 2023.
Sementara itu, Satgas Pemeliharaan Sudis SDA Jakarta Barat, Mujiono menjelaskan belasan petugas Sudis SDA Jakarta Barat melakukan pengerjaan material bronjong batu kali.
"Ini namanya masih kita geser apa, geser batu, kita steril biar nanti alat berat datang ada tempatnya." ujarnya.
Material batu kali, lanjut Mujiono, diperuntukkan untuk membuat bronjong. Batu dimasuki dalam kawat galvanis berbentuk kotak berukuran 2m X 1m X 0.5 m.
"Bronjong batu kali dipasang sepanjang area terdampak sekitar 15 meter dengan tinggi 3 meter," ujarnya.
Lebih lanjut, Mujiono menjelaskan, pengerjaan bronjong batu kali melibatkan sebanyak 25 petugas Sudis SDA Jakarta Barat.
"Saat ini baru 10 persen pengerjaan bronjong. Di targetkan, dalam waktu dekat bisa selesai dikerjakan," tambahnya. (why)





