Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menggelar rapat koordinasi wilayah (rakorwil) tingkat kota bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakbar, di Ruang Pola, Kantor Wali Kota, Kamis (9/7).
Hadir Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Dandim 0503/JB Letkol Inf Saputra Hakki, Kapolres Metro Jakbar Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, Kepala Bapas Kelas I Jakbar, RM Kristyo Nugroho, jajaran Kejari, Pertanahan/BPN, PN, Imigrasi dan unsur Forkopimko lainnya, Wakil Wali Kota, Yuli Hartono, Sekko Firmanuddin Ibrahim, para asisten, pimpinan OPD, camat, lurah dan lainnya.
Rakorwil membahas berbagai hal, mulai dari pertanahan, pengamanan lahan asset, kesehatan, pendidikan, judol, penipuan loker, PMKS, adminduk, tawuran, tramtibmas, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan sebagainya.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menegaskan pentingnya sinergitas antar pimpinan bersama Forkopimko Jakbar.
“Sinergitas menjadi satu kekuatan bersama untuk memberikan pelayanan kepada mayarakat yang terbaik,” tandasnya.
Menurutnya, rakor bersama bisa dilakukan bersama dengan tiga pilar mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
“Saya ingin teman-teman camat lurah pastinya dengan tiga pilar selalu bersama, bersinergi dalam hal baik rapat koordinasi maupun ke masyarakat, sehingga menunjukkan bahwa kita dekat dan betul-betul tahu persoalan langsung dan penanganannya bisa secara cepat. Dan ini kita lakukan memang dengan secara sosial lebih tepat, aspek sosial harus lebih dikedepankan,” imbuh Iin.
Selain bersama tiga pilar, sambungnya, juga dengan unsur masyarakat untuk menyerap informasi di wilayah.
“Kita juga harus gandeng para organisasi kemasyarakatan. Kita punya RW, punya RT, punya LMK, punya Dewan Kota, punya FKDM. Banyak bersama kita organisasi yang seharusnya bisa memitigasi informasi di awal, karena mereka terdekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Terkait mitigasi kekerasan pada perempuan dan anak, lanjutnya, bisa mengoptimalkan peran Dasawisma.
"Dasawisma itu ketuk pintu satu rumah, 20 rumah itu satu kader. Ini bisa lebih cepat, lebih awal kaitan dengan kekerasan PPA atau PPO atau yang lainnya, misalkan ini terjadi, itu bisa lebih cepat dimitigasi,” kata Iin.
“Jadi harapan saya ini dikuatkan seluruh komponen. Kemudian yang terdekat dengan PPA tadi yang sudah disampaikan, ini menjadi perhatian serius dan khusus yang kita akan coba optimalkan nanti,” sambungnya. (Aji)






