Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan peringatan Hari Kartini bertajuk Kartini Re:Power Jakarta Barat “Perempuan Berdaya, Jakarta Mendunia Berakar Budaya” di Walkot Farm 4.0, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (22/4).
Dalam kegiatan tersebut, selain penandatanganan dan pembacaan deklarasi perempuan berdaya, acara juga diramaikan dengan berbagai rangkaian seperti talkshow, penanaman pohon, hingga peragaan busana batik gobang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih, Wakil Ketua DPRD Ima Mahdiah dan Rani Mauliani, Ketua DWP DKI Jakarta Lisniawati Uus, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Nurul Wahida, Kepala BPN Jakarta Barat Shinta Purwitasari, serta sejumlah kolaborator lainnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, kegiatan dihadiri oleh dua orang perempuan wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah dan Ranny Mauliani bersama sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta perempuan dari daerah pemilihan Jakarta Barat. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri dan Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat yang keduanya merupakan perempuan.
"Lalu juga ada Ketua DWP DKI Jakarta bersama jajaran pengurusnya yang hadir serta sejumlah pimpinan UKPD di lingkungan Pemkot hadir dalam peringatan hari Kartini tahun 2026 ini," katanya.
Dijelaskan Iin, kegiatan ini membawa pesannya bagaimana menjadi perempuan harus tangguh dan berdaya. Diyakininya dengan upaya yang dilakukan bersama-sama ini, perempuan di Jakarta Barat akan lebih tangguh dan lebih berdaya.
Dikatakan Iin, peringatan hari Kartini yang akan berlangsung hingga Jumat (24/4) lusa ini berisi beragam kegiatan, mulai dari kegiatan menanam pohon labu madu dan golden melon, deklarasi dan penandatangan komitmen perempuan berdaya, talkshow, fashion show dan bazar.
Dilanjutkan Iin, perkembangan zaman belakangan ini telah menuntut peran perempuan multi talenta. Tidak hanya bisa mengurus rumah, tapi juga bisa berkarya dan berdaya menopang ketahan pangan keluarga.
Meski demikian, perempuan saat ini diingatkan tidak lupa terhadap peran sebagai ibu yang mampu mendidik anak dengan baik. Termasuk mendidik anak-anak mereka agar tidak kecanduan gadget di tengah perkembangan digitalisasi.
"Bentuk interaksi langsung itu harus dilakukan tidak selalu menggunakan gadget. Jadi ketika ada ruang yang bisa dilakukan seorang ibu bersama anaknya itu akan memberikan intervensi pendidikan yang baik." tegasnya.
Pada moment yang sama, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani menambahkan, kegiatan hari ini merupakan simbol penguatan sesama perempuan. Saat ini, perempuan yang hadir ke tengah masyarakat, maupun ibu rumah tangga atau pekerja di berbagai instansi, menurutnya harus bisa menjadi rumah bagi anak-anaknya dan bisa terus berdampak untuk sesama perempuan dalam dunia nyata.
Karena itu, Rani menegaskan kehadiran perempuan saat tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Perempuan saat ini menurutnya berkerja itu tidak hanya membantu suami bertahan hidup, tapi sebagai bentuk karya nyata.
"Tidak mengecilkan bapak-bapak, tapi inilah cara kami merayakan penguatan sesama perempuan untuk terus memberi dampak kepada masyarakat, khususnya di Jakarta Barat," tandasnya
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan kepada perempuan inspiratif, yaitu:a. Kartini Pangan Mandiri Diberikan kepada perempuan atau kelompok perempuan yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dengan nilai kemandirian, keberlanjutan, dan inovasi berbasis lingkungan. Penerima: Nurholilanb. Kartini Pelestari Budaya Betawi Penghargaan bagi perempuan yang aktif melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi seperti kuliner, busana, tari/musik, dan tradisi lokal. Penerima: Ety Mayosic. Kartini Inspiratif Lintas Generasi Diberikan kepada perempuan yang menjadi inspirasi lintas usia melalui dedikasi, kepemimpinan, dan dampak sosial luas. Penerima: Lisniawatid. Kartini Inovator Sosial dan Ekonomi Diberikan kepada perempuan yang menciptakan inovasi dalam bidang usaha, UMKM, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penerima: Nanike. Kartini Inklusi dan Kesetaraan Diberikan kepada perempuan yang berdedikasi dalam pemberdayaan penyandang disabilitas dan kelompok rentan serta mendorong kesetaraan gender. Penerima: Dwi Hidayatun. (Lam/Yan)






