Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat menggelar proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan tahun 2026.
Ketua KPU Jakarta Barat, Endang Istianti mengakatan, Coktas dengan mendatangi satu per satu rumah warga atau door-to-door sesuai alamat data pemilih yang tercatat.
"Yang di-coktas sejumlah 179 orang dalam kategori Pemilih Tidak Padan dan Pemilih di Luar Negeri. Jadi intinya data-data pemilih yang kita ragukan," jelas Endang saat dihubungi, Rabu (3/6).
Diungkapkan, data-data pemilih tersebut tersebar di delapan Kecamatan dan 42 Kelurahan dari 56 kelurahan di wilayah Jakarta Barat. Endang menjelaskan, Coktas ditujukan untuk memperbaharui data pemilih di Jakbar.
"Memang ini adalah bagian dari pemutahiran data pemilih berkelanjutan. Jadi setelah Pemilu, kita setiap tiga bulan masih memutakhirkan data di kantor KPU, kita bikin pleno per tiga bulan," ungkapnya.
Sementara itu, proses krusial ini mendapatkan pengawasan melekat secara langsung oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jakarta Barat.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisapasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat beserta Kesekertariatan Bawaslu Jakbar, Abdul Roup, menambahkan proses Coktas dapat menyaring data secara riil.
"Terlebih, adanya temuan lapangan hampir di setiap kelurahan mengenai pemilih yang tidak dikenali dan tidak diketahui keberadaannya oleh Ketua RT atau tetangga setempat menjadi bukti pentingnya validasi faktual secara berkelanjutan," jelas Roup.
Temuan ini, sambungnya, akan menjadi catatan penting bagi pihak penyelenggara pemilu untuk memastikan validitas data pemilih di Jakarta Barat tetap bersih dan bebas dari potensi data fiktif atau tidak valid.
“Dengan ditemukannya pemilih yang tidak diketahui keberadaannya, kami berharap dapat segera mengeksekusi penghapusan data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) agar tidak memicu potensi data ganda atau manipulasi hak pilih di kemudian hari," ujarnya.
Coktas diharapkan mampu melindungi hak pilih warga Jakarta Barat yang saat ini sedang berada di luar negeri agar hak politik mereka tetap terfasilitasi dengan administrasi yang benar. Pihaknya juga berharap dengan Coktas akan tersaji Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bersih, komprehensif, dan akurat untuk pemilu mendatang.
"Kami berharap melalui Coktas rutin ini, residu data kependudukan yang tidak sinkron bisa segera dibersihkan, sehingga data pemilih kita ke depan jauh lebih valid dan akurat," pungkas Roup. (Aji)





