Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus menggencarkan pengurasan saluran sekaligus mengupayakan penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menjelaskan seluruh unit kerja perangkat daerah (UKPD) yang bertugas mengangkut lumpur telah diinstruksikan untuk turut menangkap ikan sapu-sapu saat melakukan tugasnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan UKPD, khususnya Sudis Sumber Daya Air dan rekan-rekan dari kelurahan, PJLP maupun PPSU agar selain menguras lumpur, mereka juga bisa melakukan penangkapan ikan sapu-sapu," ujar Imron saat dikonfirmasi, Rabu (29/4).
Ditegaskan Imron, penangkapan ikan sapu-sapu direncanakan jadi program rutin Pemkot Jakbar pada setiap minggu.
"Ini sudah kita arahkan dan bahkan mungkin nanti setiap minggu semua kelurahan, program Ibu Wali Kota, bahwasanya kita akan melakukan pengurasan lumpur sekaligus penangkapan ikan sapu-sapu," kata Imron.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Perikanan Sudis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakbar, Aas Asih menjelaskan ikan sapu-sapu dinilai memiliki sifat yang invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain.
"Jadi dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak," ungkapnya.
Selain itu, spesies ikan sapau-sapu juga membuat lubang pada dinding turap yang membuat cepat rapuh.
"Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi kan nanti bisa merotak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta," katanya.
Aas menambahkan, ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan olahan seperti siomay. Sementara ikan itu mengandung bakteri E-coli atau salmonell dan lebih parahnya lagi logam berat seperti timbal.
"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengonsumsi itu secara terus-menerus, dia terakumulasi. Makanya jangan dikonsumsi," pungkasnya. (Aji)






