Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono meninjau kegiatan pengurasan sampah dan lumpur pada saluran penghubung (Phb) di sepanjang Jalan KH Moh. Mansyur, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (21/4).
"Ini kan (kerja bakti) kegiatan yang dilakukan secara terpadu melibatkan sejumlah unit teknis bersama masyarakat. Jadi harus dikerjakan bersama-sama agar cepat tuntas," ujar Yuli Hartono, yang didampingi Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu.
Menurutnya, pengurasan lumpur dan sampah saluran Phb ini bertujuan agar fungsi saluran air berjalan normal. Ini dilakukan untuk mengantisipasi genangan maupun banjir di wilayah Tambora.
Selain pengurasan lumpur, lanjut Yuli Hartono, Pemkot Jakarta Barat akan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya terkait penanganan sampah pasar. "Masih koordinasi terkait sampah pasar, sekaligus penataannya," tuturnya.
Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu menuturkan kegiatan pembersihan lumpur saluran penghubung (phb) Jalan KH Moh. Mansyur melibatkan sebanyak 130 petugas gabungan terdiri dari unsur UPS (Unit Penanganan Sampah) Badan Air, Satpel SDA Kecamatan Tambora, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat. Kerja bakti juga melibatkan sejumlah armada, meliputi 3 unit mini dump truk, 1 unit truk arm roll, dan mobil pick up.
Para petugas membersihkan sampah dan sedimen lumpur saluran penghubung (Phb) sejauh 450 meter, mulai dari depan Pasar Jembatan Lima hingga Kali Krukut.
"Hasil ritasi (frekuensi pengangkutan) kerja bakti berdasarkan data dari UPS Badan Air, berjumlah 42,5 ton lumpur yang dikuras atau telah dikuras kurang lebih sejauh 300 meter. Kami akan tuntaskan ," ujarnya.
Ia berharap, selain akan dilakukan penataan kawasan, masyarakat juga turut bersama-sama melakukan pengawasan dan menjaga lingkungan, baik sampah, saluran air serta berprilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka Jaga Jakarta. (why)






