Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 dan Suku Dinas Kesehatan, telah melakukan penanganan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa SDN Meruya Selatan 01, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Di ketahui, sebanyak 20 siswa SDN Meruya Selatan 01, Kecamatan Kembangan diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (29/10) kemarin. Para siswa umumnya merasakan pusing dan mual-mual.
Dari jumlah siswa tersebut, 7 siswa diantaranya sempat dilarikan ke RSUD Kembangan. Mereka mendapatkan pengobatan dari dokter rumah sakit tersebut. "Alhamdulillah, setelah dilakukan observasi dan diberikan obat paracetamol dan anti mual, ketujuh siswa diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah sehat dan stabil," tutur Plt. Kepala Sudis Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Ali Mukodas, saat dikonfirmasi Senin (3/11).
Sedangkan 13 siswa lainnya, lanjut Ali Mukodas, ditangani dokter puskesmas di sekolah. Mereka juga diberikan obat. Setelah dinyatakan pulih dan sehat, 13 siswa diperbolehkan pulang.
"Keesokan harinya, Kamis (30/10), 20 siswa tersebut sudah masuk sekolah dan kondisinya sudah sehat semua," tuturnya.
Ali Mukodas melanjutkan, pihaknya menghentikan sementara kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruya Selatan 01. "Selama menunggu hasil uji lab sampel makanan di Labkesda DKI Jakarta, kegiatan MBG sementara dihentikan," pungkasnya.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan melibatkan para pihak untuk pendampingan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruya Selatan 01. "Nanti kita melakukan pendampingan dari sekolah, untuk meyakinkan dengan melakukan diskusi dengan para pihak, seperti Sudis Pendidikan, Sudis Kesehatan, Kepolisian, BGN serta orangtua siswa. Ini kasuistik, karena baru pertama kali terjadi di wilayah Jakarta Barat," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari menjelaskan pihaknya telah melakukan investigasi terhadap pasien yang diduga keracunan, termasuk tindakan pengobatan.
"Kami juga telah melakukan pengamanan sampel makanan, dan dikirim ke Labkesda untuk uji laboratorium. Selain itu, kami juga telah melakukan kunjungan dan insoeksi ke dapur SPPG bersama tim investigasi terdiri dari sudis kesehatan, aparat kepolisian Sudis KKP, Sudis LH, bagian kesra dan MUI," ujarnya.
Terkait pasca peristiwa, lanjut Erizon Safari, Sudis Kesehatan Jakarta Barat dan puskesmas secara berkala melakukan pembinaan dan monitoring pelaksaan pengolahan makanan siap saji di SPPG.
"Sehingga diperlukan komitmen dan konsistensi dari SPPG dalam menerapkan higiene sanitas pangan olahan siap saji," jelasnya. (why)






