Pemerintah Kota (Pemkot) Jakbar mematangkan persiapan relokasi warga terdampak fungsionalisasi lahan aset maupun lahan pinjam pakai Dirjen Pajak yang proses sosialisasi dan pendataannya sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Jakbar, Imron Sjahrin menyatakan Pemkot secara prinsip sudah siap melaksanakan relokasi yang tahap pertamanya menurut rencana dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2026 mendatang.
"Hari ini kami undang pihak Kecamatan, Kelurahan dan Sudin serta sektor terkait untuk mematangkan persiapan dan pendataan agar pada pelaksanaan relokasi nanti tidak ada masalah berarti, baik persiapan administrasi maupun persiapan teknis lainnya,"ujar Imron saat memimpin rapat persiapan relokasi, Rabu (4/2).
Lebih lanjut, Imron menyebutkan relokasi tahap pertama ini merupakan warga yang menempati lahan SHP 484 Pemakaman di Kelurahan Kamal dan Tegal Alur, warga yang terdampak pembangunan flyover Grogol serta warga yang menempati lahan Dirjen Pajak di Kebon Jeruk.
"Untuk tahap pertama yang akan direlokasi, yaitu 21 KK dari Kelurahan Kamal dan Pegadungan untuk aktivasi lahan pemakaman, 2 KK di Grogol terdampak pembangunan Flyover dan 1 KK terdampak pembuatan rumah pompa di aset pinjam pakai Dirjen pajak, jadi total 24 KK" tuturnya.
Untuk rusun yang sudah dipersiapkan bagi relokasi warga tahap pertama ini, lanjut Imron yaitu rumah susun Tegal Alur, rumah susun Daan mogot (Pesakih) dan satu rumah susun di daerah Jakarta Timur.
Pemkot Jakbar juga telah menginventarisir kebutuhan teknis guna memperlancar pelaksanaan relokasi warga tahap pertama ini. Antara lain mendata kebutuhan armada angkut berupa truk untuk membawa barang-barang warga serta bus untuk mengangkut warganya.
Imron Sjahrin juga menginstruksikan Sudin serta sektor terkait seperti dinas sosial agar mempersiapkan kebutuhan warga relokasi seperti kebutuhan sembako, kemudian Sudin Pendidikan mempersiapkan pemindahan sekolah terdekat dari rusun bagi anak terdampak relokasi serta persiapan teknis lain yang dibutuhkan termasuk kesiapan unit rusun yang akan ditempati.
"Kita akan memfasilitasi untuk pengangkutan barangnya termasuk juga pengangkutan jiwanya ke lokasi sampai tujuan dan sampai ditujuan pun nanti kita sudah memastikan bahwa rusun yang akan ditempati sudah layak untuk dihuni sehingga mereka nanti pada saatnya pindah, mereka sudah pindah dengan tenang," tandasnya. (Hfz)






