Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan meluncurkan program penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan metode Wolbachia di Kecamatan Cengkareng. Peluncuran berlangsung di RPTRA Utama, Kelurahan Cengkareng Barat, Jumat (21/8).Peluncuran dilakukan Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Sjahrin dan dihadiri Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni, Camat Cengkareng Suhardin, lurah se-Kecamatan Cengkareng, jajaran puskesmas, kader Jumantik, RT/RW, PKK, Dasawisma, serta unsur masyarakat.Dalam kegiatan tersebut, secara simbolis ember berisi benih nyamuk Wolbachia diserahkan kepada enam orang tua asuh (OTA) yang didampingi masing-masing lurah. Selain itu, dua ember berisi Wolbachia ditempatkan di area RPTRA Utama dari total delapan ember yang disebar di Kelurahan Cengkareng Barat.Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna mengatakan, hingga 20 Agustus 2026 tercatat 1.591 kasus DBD di Jakarta Barat dengan incident rate (IR) 62,3 per 100.000 penduduk. Angka tersebut menempatkan Jakarta Barat di peringkat ketiga kasus DBD tertinggi di DKI Jakarta.Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat, yakni 563 kasus dengan IR 96,7 per 100.000 penduduk. Sementara Kelurahan Kapuk mencatat 234 kasus dengan IR 133,6.“Ini cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Cengkareng. Oleh karena itu kami pilih Kecamatan Cengkareng menjadi implementasi kedua program Wolbachia di Jakarta Barat, setelah Kecamatan Kembangan,” ujar Sahruna.Menurut Sahruna, penerapan Wolbachia di Kecamatan Kembangan telah memberikan dampak terhadap penurunan kasus DBD. Ia berharap hasil serupa dapat segera terlihat di Cengkareng.“Belajar dari Kecamatan Kembangan itu butuh waktu dua tahun untuk sampai menjadi bagus hasilnya. Kami juga berharap jangan sampai dua tahun, mudah-mudahan setahun sudah bisa terhasil,” katanya.Di moment yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni menegaskan penerapan Wolbachia harus tetap dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.“Ini salah satu upaya untuk pencegahan DBD di samping upaya-upaya lain yang tidak boleh dilupakan, yaitu PSN. Jadi PSN harus tetap secara rutin dan konsisten dilaksanakan,” ujarnya.Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sjahrin mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat mendukung penerapan Wolbachia di Cengkareng agar program tersebut berjalan optimal.
“Ini semua perlu dukungan keterlibatan semua unsur, pemerintah, camat, lurah, tokoh masyarakat dan pihak swasta, sehingga nantinya implementasi program Wolbachia di Kecamatan Cengkareng bisa berhasil seperti yang kita pernah lakukan di Kecamatan Kembangan,” pungkasnya. (Aji)






