Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menggelar Apel Cipta Kondisi Serentak dalam rangka antisipasi tawuran di wilayah Jakarta Barat, Sabtu (7/3) malam.
Apel diikuti petugas gabungan yang meliputi unsur Forkopimko, LMK, FKDM, organisasi masyarakat (ormas), Satlinmas, Pokdar Kamtibmas, PPSU, tokoh masyarakat dan agama serta pengurus RW dan RT.
Sementara pelaksanaan apel tingkat kota Jakarta Barat yang diikuti pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) berlangsung di Sekolah Bhineka Tunggal Ika, Jalan Mohamad Mansyur, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora.
Dipimpin Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, serta dihadiri Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakbar, Sri Susilarti, Camat Tambora Pengestu Aji, serta perwakilan Polres Jakbar dan Kodim 0503 JB, FKDM, LMK, Karang taruna, tokoh masyarakat serta pengurus RT dan RW.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pihaknya serentak melaksanakan apel Cipta Kondisi (Ciptakon) serentak di wilayah Jakarta Barat. Kegiatan ini terbagi dalam empat tim.
"Saya bertugas memantau wilayah Taman Sari dan Tambora, sementara pak wakil, dan sekretaris kota dan ekbang melakukan hal yang sama di enam kecamatan lainnya," tuturnya.
Dijelaskan Iin, Apel Cipta Kondisi bertujuan untuk memastikan wilayah Jakarta Barat tetap aman dan nyaman sekaligus memastikan Posko Terpadu Tiga Pilar pada setiap wilayah berfungsi dengan baik.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melihat secara langsung masyarakat yang aktif menjaga lingkungan melalui Siskamling dan memastikan seluruh kegiatan ibadah saat Ramadan berjalan lancar dan kondusif dengan penjagaan lingkungan yang maksimal.
"Kami berharap sinergisitas ini terus terbangun demi menunjukkan kerukunan dan stabilitas Kamtibmas, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Kita ingin memastikan seluruh warga taat pada aturan yang berlaku," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, mengapresiasi pelaksanaan apel Cipta Kondisi Serentak di Jakarta Barat.
"Saya sangat mengapresiasi yang inisiatif dalam pelaksanaan apel bersama ini. Kehadiran unsur tiga pilar dan peran seluruh elemen masyarakat memberikan keyakinan bagi warga Jakarta bahwa kita mampu menjaga kota ini dengan baik," ujarnya.
Usai menggelar apel Cipta Kondisi, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah bersama unsur Forkopimko serta anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi melakukan dialog bersama warga Kelurahan Krukut dan Tanah Sereal.
Sementara itu, apel Cipta Kondisi dalam rangka antisipasi tawuran juga berlangsung di Jalan Rawa kepa RW 13, Kelurahan Tomang, tepatnya di kolong flyover Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono dan dihadiri Kapolsek Grogol Petamburan,AKP Reza Aditya, perwakilan Koramil 03/GP, sejumlah organisasi masyarakat, LMK, FKDM, Satlinmas, PPSU, tokoh masyarakat dan agama serta pengurus RW dan RT.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono mengatakan apel dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi potensi tawuran, kebakaran serta berbagai bentuk kriminalitas selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Bulan dimana umat muslim meningkatkan ibadah serta mempererat kebersamaan. Meski begitu, dirinya menyadari masih ada sejumlah potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat, seperti tawuran remaja, peningkatan risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik atau kompor hingga potensi tindak kriminalitas lainnya.
Sejalan dengan itu, lanjut Yuli Hartono, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong implementasi program Jaga Jakarta, yakni gerakan kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan lingkungan.
"Program ini menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga wilayahnya masing-masing termasuk melalui penguatan sistem keamanan lingkungan,peningkatan kepedulian sosial serta pelaporan cepat apabila terjadi potensi gangguan kamtibmas," jelasnya.
Usai melaksanakan Apel Cipta Kondisi, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono bersama unsur tiga pilar melakukan dialog bersama perwakilan organisasi masyarakat, tokoh masyarkat dan agama serta pengurus RW dan RT.
Dalam dialog tersebut, Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, menekan pentingnya langkah antisipatif dalam menekan potensi tawuran di wilayah Grogol Petamburan. Satu diantaranya melalui optimalisasi pos pantau dan pos siaga “Jaga Jakarta” di setiap kelurahan, serta memperkuat koordinasi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Di tempat lain, Camat Grogol Petamburan, Raditya Ramajaya mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat untuk mewujudkan wilayah Grogol Petamburan yang aman, tertib dan nyaman.
ia juga mengemukakan bahwa ada dua titik rawan tawuran di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan. Dua titik rawan tersebut adalah kolong flyover Tomang, tepatnya di Jalan Rawa Kepa RW 13, Kelurahan Tomang, yang berbatasan dengan wilayah Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, serta Jalan Semeru Raya (Dekat GOR Grogol) RT 07 RW 07, Kelurahan Grogol.
"Kami berupaya bersama masyarakat untuk mewujudkan wilayah yang aman dan aman untuk warga," pungkasnya. (why)






