Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat memfokuskan penanganan sampah organik di kawasan permukiman sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.Hal itu disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, usai memimpin Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Gerakan Pilah Sampah tingkat kota di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (8/7). Rapat dihadiri para wakil camat, Kasi Ekbang, Satpel Kebersihan, Suku Dinas Lingkungan Hidup, dan Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup."Fokusnya adalah permukiman karena tata kelolanya dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RW," ujar Iin.Menurutnya, selain kawasan permukiman, penanganan sampah juga dilakukan di sektor nonpermukiman. Namun, untuk kawasan permukiman, prioritas utama adalah menyelesaikan sampah organik sejak dari sumber."Sampah organik harus selesai di sumber karena jika menumpuk akan menimbulkan bau dan berbagai persoalan. Pengolahan melalui komposter, rumah kompos, atau teba modern harus dilakukan di lingkup terkecil. Jika tidak memungkinkan, sampah dapat diangkut ke TPS untuk diolah menjadi kompos, sehingga tidak perlu dibawa ke TPA," jelasnya.Iin menegaskan, keberhasilan program tersebut bergantung pada perubahan perilaku masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah. Karena itu, seluruh kantor pemerintahan di Jakarta Barat diwajibkan menjadi contoh dalam pelaksanaan pemilahan dan pengolahan sampah.
"Saya minta seluruh kantor pemerintahan, mulai dari Kantor Wali Kota, kecamatan, kelurahan hingga suku dinas, sudah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Ini adalah perubahan perilaku yang harus terus kita lakukan dengan memberi contoh yang baik," tegasnya.
Ditambahkan Iin, pelaksana betanggung jawab terhadap entitas yang ada di bawah koordinasi dan tanggung jawabnya.
βItu akan memudahkan kita secara berjenjang untuk melaksanakan tata kelola. Selain kita merubah perilaku yang tadi kita contohkan, kita lakukan terus menerus, kita nggak bosen-bosen memberikan informasi maupun melakukan contoh baik,β pungkasnya. (Aji)






