Pemerintah Kota (Administrasi) Administrasi Jakarta Barat mendukung dana akan memfasilitasi program rekrutmen 1.000 Pramudi Mikrotrans yang diinisiasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Demikian disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat menerima audiensi PT Transportasi Jakarta yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (14/4).
Menurutnya program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta. Nantinya program ini akan memprioritaskan SDM asal Jakarta Barat untuk mengisi kebutuhan pramudi.
​"Kami berharap program ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat Jakarta Barat yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan. Saya juga menyarankan adanya kolaborasi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) untuk memastikan calon pramudi memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesional TransJakarta," ujar Iin Mutmainnah.
Selain itu, momentum silaturahim ini juga dimanfaatkan Iin untuk menyampaikan catatan operasional Transjakarta mengenai keamanan dan kenyamanan penumpang. Diharapkannya, Transjakarta bisa melakukan perlindungan lebih maksimal bagi kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
"Sebagai angkutan umum kota global, armada TransJakarta harus ramah terhadap kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis PT TransJakarta, Mayangsari Dian Irwantari menjelaskan, program rekrutmen 1.000 pramudi ini bertujuan untuk peremajaan personel. Hal itu mempertimbangkan terdapat sekitar 1.500 pramudi Mikrotrans yang telah memasuki usia di atas 55 tahun.
Dipastikannya, seluruh proses rekrutmen ini gratis karena dibiayai oleh dana CSR yang dikelola melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Setiap peserta nantinya akan mendapat berbagi fasilitas meliputi Medical Check-Up (MCU), psikotes, hingga pendidikan di TransJakarta Academy.
Sedangkan mengenai kriteria dan persyaratan calon pramudi, Mayangsari menjelaskan pendaftar harus memiliki KTP DKI Jakarta, berusia antara 22 hingga 45 tahun, pendidikan minimal SMA (untuk menjamin kemampuan pengambilan keputusan di jalan), memiliki karakter patuh, ramah (hospitality), dan kontrol emosi yang baik.
Lebih lanjut, Mayangsari menyebutkan TransJakarta tengah mengimplementasikan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan Driver Monitoring System (DMS) untuk memantau perilaku pengemudi secara real-time. Selain itu, melalui TransJakarta Academy, para calon pramudi akan menjalani pelatihan intensif selama empat hari, mencakup pembinaan mental fisik (Bintalsik), teknik mengemudi halus, hingga etika komunikasi.
"Kami juga targetkan kuota 30 persen pramudi perempuan. Saat ini, lulusan pertama TJ Academy berjumlah 13 orang dan semuanya adalah perempuan yang sangat kompeten dan profesional," tandasnya.
Sebagai informasi, berikut jadwal sosialisasi di wilayah 8 kecamatan se-Jakarta Barat yang dibagi menjadi 2 hari kegiatan, pada Kamis, 16 April di Kecamatan Kembangan dan Cengkareng (Pagi); Kecamatan Kebon Jeruk dan Kalideres (Siang). Sedang pada Jumat, 17 April, di Kecamatan Tamansari, Grogol Petamburan (Pagi); Tambora, dan Palmerah (Siang)
Diharapkan para pramudi yang lolos seleksi dan sertifikasi BNSP akan mendapatkan gaji sesuai standar UMP (Upah Minimum Provinsi) dengan sistem penempatan awal pada operator bus kecil (Mikrotrans). Bagi warga yang berminat, pendaftaran dibuka seluas-luasnya tanpa batasan kuota per wilayah, namun tetap wajib melewati tahap uji kompetensi (assessment). (Hfz)
​Selain aspek ketenagakerjaan, Wali Kota memberikan catatan khusus terkait keamanan dan kenyamanan penumpang. Beliau menegaskan bahwa sebagai kota global, armada TransJakarta harus ramah terhadap kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
​Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis PT TransJakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menjelaskan bahwa rekrutmen 1.000 pramudi ini bertujuan untuk peremajaan personel, mengingat terdapat sekitar 1.500 pramudi Mikrotrans yang telah memasuki usia di atas 55 tahun.
​“Seluruh proses rekrutmen ini gratis karena dibiayai oleh dana CSR yang dikelola melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Fasilitas yang didapatkan meliputi Medical Check-Up (MCU), psikotes, hingga pendidikan di TransJakarta Academy,” jelas Mayangsari.
​Adapun kriteria calon pramudi, dirinya menyebutkan harus memenuhi kriteria antara lain;​memiliki KTP DKI Jakarta, ​ usia 22 hingga 45 tahun, pendidikan minimal SMA (untuk menjamin kemampuan pengambilan keputusan di jalan), memiliki karakter patuh, ramah (hospitality), dan kontrol emosi yang baik.
Lebih lanjut, Mayangsari menyebutkan ​TransJakarta kini tengah mengimplementasikan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan Driver Monitoring System (DMS) untuk memantau perilaku pengemudi secara real-time. Selain itu, melalui TransJakarta Academy, para calon pramudi akan menjalani pelatihan intensif selama empat hari, mencakup pembinaan mental fisik (Bintalsik), teknik mengemudi halus, hingga etika komunikasi.
​"Kami juga menargetkan kuota 30% bagi pramudi perempuan. Saat ini, lulusan pertama TJ Academy berjumlah 13 orang dan semuanya adalah perempuan yang sangat kompeten dan profesional," tambah Mayangsari.
​
​Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Barat, Imron S., menyampaikan bahwa sosialisasi akan dilakukan secara masif di setiap kecamatan. Ia juga mengusulkan adanya perubahan batas waktu pendaftaran pada pamflet (terlampir di foto) menjadi sampai dengan tanggal 25 April 2026.
​Berikut adalah jadwal sosialisasi di wilayah Jakarta Barat. Sosialisasi pada 8 Kecamatan dibagi pada 2 hari, yaitu
• ​Kamis, 16 April: Kecamatan Kembangan & Cengkareng (Pagi); Kecamatan Kebon Jeruk & Kalideres (Siang).
• ​Jumat, 17 April: Kecamatan Tamansari, Grogol Petamburan (Pagi); Tambora, dan Palmerah (Siang)
​Melalui program ini, para pramudi yang lolos seleksi dan sertifikasi BNSP akan mendapatkan gaji sesuai standar UMP (Upah Minimum Provinsi) dengan sistem penempatan awal pada operator bus kecil (Mikrotrans). Bagi warga yang berminat, pendaftaran dibuka seluas-luasnya tanpa batasan kuota per wilayah, namun tetap wajib melewati tahap uji kompetensi (assessment).
#######
Pemkot Jakbar Fasilitasi Sosialisasi Rekrutmen 1.000 Pramudi Transjakarta
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menerima audiensi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang memaparkan program rekrutmen 1.000 Pramudi Mikrotrans. Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta menegaskan dukungan dan komitmen memfasilitasi sosialisasi program hingga tingkat kecamatan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, program ini merupakan solusi strategis penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta. Karena itu, Ia optimistis program ini akan diterima dengan baik oleh warga Jakarta Barat.
"Kami juga berharap program ini dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat Jakarta Barat yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan," katanya, Selasa (14/4).
Dalam kesempatan ini, Iin juga menyampaikan saran agar PT Transjakarta berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang di lima wilayah kota serta tingkat Provinsi DKI Jakarta. Sehingga bisa dipastikan calon pramudi memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesional.
Kemudian, momentum silaturahim ini juga dimanfaatkan Iin untuk menyampaikan catatan operasional Transjakarta mengenai keamanan dan kenyamanan penumpang. Diharapkannya, Transjakarta bisa melakukan perlindungan lebih maksimal bagi kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
"Sebagai angkutan umum kota global, armada TransJakarta harus ramah terhadap kelompok rentan dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual," tegasnya.
Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis PT TransJakarta, Mayangsari Dian Irwantari menjelaskan, program rekrutmen 1.000 pramudi ini bertujuan untuk peremajaan personel. Hal itu mempertimbangkan terdapat sekitar 1.500 pramudi Mikrotrans yang telah memasuki usia di atas 55 tahun.
Dipastikannya, seluruh proses rekrutmen ini gratis karena dibiayai oleh dana CSR yang dikelola melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Setiap peserta nantinya akan mendapat berbagi fasilitas meliputi Medical Check-Up (MCU), psikotes, hingga pendidikan di TransJakarta Academy.
Sedangkan mengenai kriteria dan persyaratan calon pramudi, Mayangsari menjelaskan pendaftar harus memiliki KTP DKI Jakarta, berusia antara 22 hingga 45 tahun, pendidikan minimal SMA (untuk menjamin kemampuan pengambilan keputusan di jalan), memiliki karakter patuh, ramah (hospitality), dan kontrol emosi yang baik.
Lebih lanjut, Mayangsari menyebutkan TransJakarta tengah mengimplementasikan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan Driver Monitoring System (DMS) untuk memantau perilaku pengemudi secara real-time. Selain itu, melalui TransJakarta Academy, para calon pramudi akan menjalani pelatihan intensif selama empat hari, mencakup pembinaan mental fisik (Bintalsik), teknik mengemudi halus, hingga etika komunikasi.
"Kami juga targetkan kuota 30 persen pramudi perempuan. Saat ini, lulusan pertama TJ Academy berjumlah 13 orang dan semuanya adalah perempuan yang sangat kompeten dan profesional," tandasnya.
Sebagai informasi, berikut jadwal sosialisasi di wilayah 8 kecamatan se-Jakarta Barat yang dibagi menjadi 2 hari kegiatan :
* Kamis, 16 April: Kecamatan Kembangan & Cengkareng (Pagi); Kecamatan Kebon Jeruk & Kalideres (Siang).
* Jumat, 17 April: Kecamatan Tamansari, Grogol Petamburan (Pagi); Tambora, dan Palmerah (Siang)
Para pramudi yang lolos seleksi dan sertifikasi BNSP akan mendapatkan gaji sesuai standar UMP (Upah Minimum Provinsi) dengan sistem penempatan awal pada operator bus kecil (Mikrotrans). Bagi warga yang berminat, pendaftaran dibuka seluas-luasnya tanpa batasan kuota per wilayah, namun tetap wajib melewati tahap uji kompetensi (assessment).






