Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat siap mendukung perlindungan jaminan pekerja sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di wilayah Jakarta Barat.
Demikian disampaikan Kepala Bagian Perekonomian, Febriandri Suharto saat mempin rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (26/2).
Kepala Bagian Perekonomian, Febriandri Suharto mengatakan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai upaya negara dalam melindungi pekerja dari berbagai risiko ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, kecelakaan kerja, kematian, serta jaminan hari tua dan beasiswa bagi anak ahli waris.
"Jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program negara dalam upaya melindungi masyarakat dari risiko ekonomi, seperti risiko kehilangan pekerjaan, kecelakaan kerja, kematian, dan hari tua. Untuk itu, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan guna memastikan perlindungan bagi para pekerja, khususnya pekerja bukan penerima upah di Jakarta Barat," ujarnya.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, realisasi cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jakarta Barat mencapai 45,71% atau setara dengan 539.838 pekerja, masih terdapat gap 21,01 persen atau sekitar 248.189 pekerja yang belum mendapatkan perlindungan.
"Pemerintah Kota Jakarta Barat berkomitmen untuk meningkatkan angka kepesertaan agar semakin banyak pekerja yang terlindungi," katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Grogol Jakarta Barat, Multanti mengungkapkan, bahwa kehadiran BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata perlindungan negara bagi pekerja dan keluarganya.
"Kami memastikan bahwa santunan diterima sepenuhnya oleh ahli waris. Semoga kegiatan ini dapat semakin mendorong perlindungan lebih luas bagi masyarakat Jakarta Barat, bukan hanya untuk meningkatkan cakupan universal coverage, tetapi juga untuk mencegah kemiskinan baru akibat risiko pekerjaan," jelasnya.
Sementara itu, Sugiarti, warga Kelurahan Kamal yang mengklaim BPJS Ketenagakerjaan setelah suaminya seorang petugas PPSU meninggal dunia mengaku bersyukur bisa mendapat klaim dari BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Barat.
"Alhamdulillah, dengan klaim BPJS Ketenagakerjaan ini, saya bisa memikirkan masa depan anak-anak saya. Ini sangat membantu. Suami saya telah terdaftar dalam program ini selama 10 tahun sejak bekerja sebagai PPSU di Kelurahan Kamal," pungkasnya. (One)