Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mendukung dan mempersiapkan dengan matang pelaksanaan pengembangan Sentra Kreatif Budaya Betawi di wilayah Kecamatan Palmerah.
Demikian disampaikan Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanuddin Ibrahim saat menerima audiensi Sentra Kreatif Budaya Betawi di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (29/4).
Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanuddin Ibrahim mengatakan kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat bersama Dewan Kota ini bertujuan menjadikan wilayah Palmerah sebagai pilot project "Kecamatan Sadar Budaya" melalui Festival Dekorasi Kampung Betawi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
​​"Kegiatan ini harus berfokus pada pemberdayaan sanggar-sanggar seni yang sudah ada. Kita geser paradigmanya, bukan sekadar membangun fisik kampung secara instan, tapi bagaimana menghidupkan ekosistem budayanya," ujar Firmanuddin.
​Menurutnya, ​mengingat keterbatasan anggaran pihaknya mendorong panitia untuk aktif menjalin kolaborasi melalui forum Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan-perusahaan besar di area Palmerah, seperti PLN, Djarum, BCA, hingga sektor industri lainnya, diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung kesuksesan festival ini.
Selain itu, ia juga meminta Camat Palmerah, Febriandri Suharto untuk segera menggelar rapat koordinasi teknis di tingkat kecamatan dengan mengundang seluruh Suku Dinas (Sudis) terkait.
"Koordinasi surat-menyurat harus segera tuntas. Saya akan terus memonitor perkembangan persiapan ini secara intensif," tegasnya.
​Ia memastika dDukungan sektoral juga dipastikan hadir dari berbagai OPD antara lain, ​Sudis Kebudayaan Jakbar, diminta menyiapkan tim juri, atraksi Palang Pintu, tarian, hingga hiburan musik Betawi, sudin kesehatan memastikan kesiagaan ambulans dan tim medis (AGD) di lokasi, sudin PPKUKM dan Parekraf melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM kuliner dan suvenir khas Betawi dan pihak terkait lainnya.
​​Sementara itu, Ketua Panitia Sentra Kreatif Budaya, Alfan, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar perlombaan hias lingkungan. Ada misi besar di baliknya, yakni mengimplementasikan UU No. 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta dan Perda No. 4 Tahun 2015 tentang Pelestarkian Budaya Betawi.
​"Kami ingin mendekatkan generasi milenial dengan akar budayanya agar tidak tergerus globalisasi. Kampung Betawi ini nantinya diproyeksikan menjadi ikon wisata edukasi bagi siswa sekolah, sekaligus menggerakkan ekonomi warga melalui bazar UMKM," ungkap Alfan didampingi Anggota Dewan Kota Jakarta Barat Kecamatan Palmerah, Ririn Kusumawati.
​Sebagai informasi, untuk rangkaian kegiatan telah dimulai sejak April 2025 dengan penentuan titik lokasi di setiap kelurahan. Proses dekorasi oleh warga akan berlangsung sepanjang bulan Mei, diikuti penilaian oleh dewan juri pada 10–15 Juni. Damn ​Puncaknya pada 18 Juni, yang akan dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya Betawi, f​ashion show pakaian tradisional Betawi, ​senam Jali-Jali massal dan bazar UMKM unggulan. (Hfz)






